Roket RM 70 Hancurkan Pertahanan Musuh

Rabu, 17 Oktober 2012

Sejumlah kendaraan tempur milik Korps Marinir melakukan penembakan dengan menggunakan Roket RM.70 Grand. (Foto: ANTARA/Prabu Pandya/ss/nz/10)

17 Oktober 2012, : Desa Sekerat membara. Pertempuran sengit kala fajar menyingsing membumihanguskan kawasan pegunungan kapur di sisi utara dari arah pantai. Serangan kilat artileri dan ribuan pasukan marinir melumpuhkan pertahanan musuh di gunung itu.

Ratusan peluru yang terlontar dari meriam Canon 100 mm dan 30 mm di belasan tank amfibi menimbulkan suasana mencekam. Asap dan ledakan di mana-mana. Aroma tajam mesiu menyeruak di sepanjang garis pantai, mengiringi pendaratan ribuan marinir siap tempur dari kapal-kapal kokoh di pesisir.

Eksotisme pantai Sekerat saat matahari terbit seolah tertutupi dengan kecamuk pertempuran. Deburan dan pecahan ombak seolah tak terdengar dikalahkan dentuman keras berbagai piranti tempur.

Situasi kian mencekam ketika roket RM 70 GRAD dimuntahkan secara bertubi-tubi. Lidah api yang panjang mengiringi hujan roket yang menembus sisi-sisi gunung dan menerjang pusat pertahanan musuh.

Suasana ini merupakan pelaksanaan rangkaian latihan puncak TNI Angkatan Laut (AL) bersandi Armada Jaya XXXI tahun 2012 yang digelar di Pantai Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Senin (15/10). Latihan ini melibatkan semua unsur kesenjataan dan kekuatan TNI AL. Mulai dari kapal perang (KRI) dari berbagai jenis yang melakukan penyekatan dan pertempuran laut. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Soeparno, menyaksikan langsung latihan tersebut.

Pertempuran juga didukung kapal Landing Platform Dock (LPD) dan Landing Ship Tank (LST) yang memuat ratusan prajurit marinir lengkap dengan seluruh kesenjataan infanteri, artileri dengan HOW 105 dan roket RM 70 GRAD, kavaleri dengan tank terbaru BMP 3F dari Rusia, serta LVT-7 dari Korea Selatan disamping tank lama.

Adapun kekuatan unsur yang tergabung antara lain 30 KRI dari berbagai jenis, pesawat udara berupa 4 unit cassa KMA, 2 unit heli bell, dan 2 unit heli BO-105. Untuk personel marinir, terdiri dari satu brigrat (2.681 personel), 17 tankfib, 33 RRF/BTR 50P, 8 KAPA, 2 RM 70 GRAD, 6 HOW 105, 3 MER 57, dan 2 truk TATRA.

Gladi lapangan Armada Jaya XXXI ini terdiri dari penembakan senjata strategis TNI AL dilaksanakan di Laut Sulawesi pada tanggal 12 dan 13 Oktober 2012. Serta pendaratan pasukan marinir di pantai Sekerat, Kecamatan Bengalon pada tanggal 15 Oktober kemarin.

Saat penembakan rudal di Laut Sulawesi, terjadi peristiwa yang tidak terduga. Awalnya, target berupa LST akan dilumpuhkan dengan lima jenis rudal. Yaitu KRI OWA-354 ujicoba rudal Yakhon, KRI DPN 365 exocet MM 40 blok 2, KRI AHP 355 ujicoba rudal C 802, KRI 402 dan KRI AJK 653 ujicobaa TPO SUT, serta dari KRI FKO 368 Mistral-2.

"Namun ketika baru ditembak Yakhont saja, target sudah tenggelam. Awalnya ingin kita evaluasi dan dilihat hasilnya. Ternyata sekali ditembak habis. Kebetulan rudal yang lain sudah pernah dicoba. Hanya Yakhont yang belum pernah dicoba," kata KSAL, Laksamana TNI Soeparno.

Yang istimewa, rudal Yakhon itu ditembakkan dari jarak 185 kilometer dan langsung akurat menemui sasaran. "Memang 9 menit baru tenggelam. Namun ditembakkan dari jarak 185 kilometer. Anda bayangkan. Selama sejarah, baru ini yang menembak sejauh itu," katanya.

Dalam latihan ini dilakukan penembakan meriam maupun roket dengan skenario melindungi pasukan penyerang. "Dalam Armada Jaya XXXI ini, kita melaksanakan latihan secara lengkap. Mulai dari laut, pendaratan pantai, juga gerakan darat. Kita juga yakin senjata kita bisa digunakan dengan baik dan masih layak pakai," kata KSAL.

Serangan fajar dilaksanakan sejak subuh hingga sekitar pukul 07.00 Wita. Tembakan beruntun roket RM 70 GRAD menjadi pamungkas dari aksi tersebut. Lontaran berbunga api, dentuman yang keras, dan daya rusak yang kuat menjadi gambaran kualitas piranti tempur tersebut.

Pasca penembakan roket, pasukan infanteri masih terus melakukan perang darat, dan disimulasikan bergabung dengan TNI AD, untuk mengepung sarang musuh. Perang darat rencananya masih berlangsung hingga pukul 17.00 hari ini (16/10).

KSAL bangga dengan para prajurit yang dinilainya menjalankan misi latihan dengan baik. Ia pun berharap jajarannya bisa meningkatkan kualitas dan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini penting sebagai modal untuk dipadukan dengan piranti alutsista yang semakin canggih.

Rombongan KSAL meninggalkan lokasi sekitar pukul 08.30 Wita menuju bandara Tanjung Bara dengan helikopter. Setelah itu langsung menuju Balikpapan untuk seterusnya menuju Jakarta.

Sumber: Tribunnews
Continue Reading | comments

Hawk 200 Skuadron 12 Tinggal 16 Unit

Sejumlah anggota Paskhas TNI AU melakukan proses evakuasi bangkai pesawat Hawk 200, di Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Riau, Rabu, (17/10). FOTO ANTARA/Fachrozi Amri/ed/ama/12)

18 Oktober 2012, Pekanbaru: Pesawat tempur Hawk TNI AU yang menjadikan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, sebagai apron tinggal 16 unit, setelah satu pesawat sejenis mengalami kecelakaan saat melakukan latihan penerbangan.

"Atas insiden ini, pesawat sejenis (Hawk) di Lanud Pekanbaru tinggal 16 unit. Kondisinya baik," kata Panglima Koordinator Operasi (Pangko Ops) I Marsekal Muda Bagus Puruhito yang meninjau langsung proses evakuasi pesawat Hawk, Rabu sore.

Selain tinggal 16 unit di Lanud Pekanbaru, demikian Bagus, pesawat sejenis juga ada 16 unit lagi yang ditempatkan di lokasi lainnya.

"Jadi secara keseluruhan, ada sekitar 32 unit pesawat Hawk," katanya.

Bagus mengakui sangat menyesalkan insiden jatuhnya satu unit pesawat Hawk 200 di Pekanbaru.

Pesawat naas tersebut dikendalikan oleh pilot bernama Letda Reza Prasetyo yang berhasil selamat dari insiden maut.

Insiden jatuhnya pesawat buatan Inggris itu terjadi di sekitaran pemukiman warga RT 03, RW 03, Kecamatan Pasir Putih, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (16/10) sekitar pukul 09.47 WIB.

Sebagian besar puing bangkai pesawat Hawk 200 itu juga telah dievakuasi oleh tim dari Dinas Keselamatan Terbang dan Kerja (Dislambangja).

Sumber: ANTARA News
Continue Reading | comments

Kopassus Akan Diperkuat Satuan Anjing

Anjing-anjing anggota Tim Petir Satgas Yonif 713/ST, bertugas menjaga perbatasan Indonesia-PNG. (Foto: Korem 172)

17 Oktober 2012, Jakarta: TNI Angkatan Darat (AD) berencana membeli sebanyak 17 ekor anjing untuk menunjang kinerja mereka. Sedianya anjing yang akan dibeli TNI AD bakal digunakan untuk melengkapi kerja satuan khusus TNI AD, Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Meskipun demikian, TNI AD tak mau keinginan mereka mengganggu pos anggaran yang mereka miliki. "Kalau misal ada anggaran kami menyesuaikan," kata Kepala Staf Angkatan Darat, Pramono Edhie Baskoro, Rabu (17/10), di kompleks MPR/DPR, Senayan Jakarta.

Pramono mengungkapkan, anggaran yang disediakan untuk satu ekor anjing sebesar 600 dolar AS (sekitar Rp 5,7 juta), Artinya jika TNI AD berencana membeli 17 ekor anjing maka anggaran yang dibutuhkan adalah 10.200 dolar AS (sekitar Rp 98 juta).

Menurut Pramono harga, 600 dolar AS per ekor anjing tersebut tidak termasuk ongkos perawatan. Urusan perawatan, kata dia, akan diserahkan pada Kopassus. "Lebih baik kita berikan pada Kopassus yang memelihara dan Paspampres yang melaksanakan," ujarnya.

Saat ini satuan anjing yang dimiliki Kopassus berfungsi sebagai pelacak jejak sekaligus penyerang bila terjadi kejahatan.

Selain berencana membeli anjing pelacak, TNI AD juga berniat membeli sejumlah Helikopter Apache. Namun lantaran harganya mahal, TNI AD akan mengutamakan peruntukan anggaran pada keperluan yang lebih penting dan mendesak.

Sumber: Republika
Continue Reading | comments

Mendesak Modernisasi Alutsista

Sejumlah anggota Paskhas TNI AU melakukan proses evakuasi bangkai pesawat Hawk 200 diangkat ke mobil container, di Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Riau, Rabu, (17/10). Bangkai pesawat milik TNI AU yang jatuh Selasa (16/10) tersebut berhasil di evakusi dari lokasi kejadian dan akan di bawa ke Lanud Pekanbaru. (Foto: ANTARA/Fachrozi Amri/ed/ama/12)

17 Oktober 2012, Jakarta: Jatuhnya pesawat Hawk 200 milik TNI Angkatan Udara merupakan pukulan berat bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang beberapa tahun belakangan alutsistanya kerap mengalami kecelakaan.

"Pesawat Hawk memang sudah usia lanjut. Kejadian ini lagi-lagi memberi sinyal mendesaknya modernisasi alutsista TNI," kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq di Jakarta, Rabu (17/10).

Menurut Mahfudz, kini terdapat sekitar Rp 30 triliun dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan untuk memodernisasi alutsista TNI. Pemerintah harus segera merealisasikan alokasi anggaran tersebut.

"Sejak reformasi 1998 nyaris tak ada pengadaan alutsista baru hingga akhir tahun 2010. Ketiga matra TNI sudah sangat memprihatinkan kondisi alutsistanya," ujarnya.

Seperti diketahui, pesawat Hawk 200 TNI Angkatan Udara jatuh di Pekanbaru, Selasa (16/10). Pilot pesawat itu, Letda Yori Prasetyo, selamat. Tidak ada korban dari pihak sipil.

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengaku belum mengetahui penyebab kecelakaan tersebut. Ia mengingatkan kepada para penerbang TNI AU agar tetap bersikap profesional. "Risiko kecelakaan selalu ada, tapi perwira penerbang harus tetap latihan," katanya.

Pesawat TNI AU yang Jatuh Belum Berusia Tua

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Tubagus Hasanuddin mengatakan, pesawat Hawk 200 milik TNI Angkatan Udara bukanlah pesawat berusia tua.

Pernyataan ini berbeda dengan pandangan koleganya di Komisi I, Mahfudz Siddiq, yang menyebut Hawk 200 sebagai pesawat berusia lanjut sehingga perlu dimodernisasi.

Hasanuddin menjelaskan, pesawat Hawk 200 masuk ke jajaran TNI AU pada akhir dekade 1990-an. TNI AU punya dua skuadron Hawk yang ditempatkan di Pekanbaru dan Pontianak. Sistem pemeliharaan di kedua pangkalan tersebut cukup bagus. Setiap tahun TNI AU belanja suku cadang dan melakukan pemeliharaan rutin.

Setiap pesawat militer punya risiko celaka. Namun, kata dia, " Kalau dilihat dari prosentasenya, kecelakaan pesawat TNI AU relatih lebih kecil ketimbang pesawat militer AS. Cuma, kita memang harus lebih memperhatikan perawatannya."

Berdasarkan fakta itu, politisi PDIP ini enggan menyimpulkan sejak dini penyebab kecelakaan pesawat Hawk 2000 di Pekanbaru, Selasa (16/10). Ia berharap semua pihak menunggu hasil investigasi yang kini ditangani pimpinan TNI AU.

"Bila hasil investigasinya sudah beres, Komisi I akan meminta penjelasan dari Kepala Staf TNI AU tentang kasus ini," katanya.

Sumber: Jurnal Parlemen
Continue Reading | comments

Panglima TNI Tutup Latihan Gultor di Pulau Sangiang

Beberapa prajurit seusai mengikuti pelatihan peyegrapan markas teroris di Pulai Sangiang, Anyer, Banten (17/10). Latihan gabung pasukan (Latgap) antiteror ini melibatkan 350 perajurit dari tiga kesatuan (Gultor TNI-AD, Denjaka TNI-AL, dan Denbravo TNI-AU). (Foto: TEMPO/Dian Triyuli Handoko)

17 Oktober 2012, Jakarta: Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono secara resmi menutup latihan Penanggulangan Teror (Gultor) ke-7 tahun 2012 di Pulau Sangiang, Provinsi Banten, Rabu (17/10).

Pelaksanaan latihan Gultor TNI telah dilaksanakan di tiga tempat berbeda, yaitu Gladi Posko di Cijantung, Latihan Pendahuluan di Pulau Dayung dan Latihan Penyergapan Sasaran di Pulau Sangiang Banten, serta kembali ke daerah penyelaman di Grup I Kopassus, Serang Banten.

Latihan Gultor TNI berlangsung dari 11 sampai 17 Oktober 2012 dengan melibatkan 131 personel TNI, terdiri dari Den Gultor Kopassus 61 orang, Den Jaka Marinir 35 orang, dan Den Bravo Paskhas 35 orang serta para pendukung sebanyak 249 orang.

Panglima TNI mengatakan keberhasilan penyelenggaraan Latihan Satuan Gultor TNI, tidak terlepas dari keseriusan para parajurit, yang dilandasi oleh semangat, disiplin, kesungguhan dan motivasi berlatih untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas, serta profesionalisme sesuai dengan tuntutan tugas.

"Hal ini harus terus dipelihara bahkan ditingkatkan, mengingat aksi terorisme telah menjadi keprihatinan bagi masyarakat di Indonesia maupun masyarakat di dunia Internasional sehingga dikategorikan sebagai salah satu kejahatan terhadap kemanusiaan (crimes against humanity)," katanya.

Menurutnya terorisme terus menjadi ancaman serius bukan hanya terhadap perdamaian dan keamanan Internasional, namun juga berdampak kepada perkembangan sosial dan ekonomi dalam negeri maupun negara lain di berbagai kawasan. Oleh karena itu Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama Internasional dalam rangka pencegahan dan penanggulangan aksi terorisme, baik dalam kerangka multilateral PBB maupun regional, serta bilateral, khususnya dalam bentuk peningkatan kapasitas, penegakan hukum, perbaikan legislasi ataupun kerangka hukum, pertukaran informasi dan berbagi pengalaman, pengiriman pakar, pemberian advis kepakaran, kerjasama teknis lainnya, serta publikasi strategi Indonesia dalam penanggulangan terorisme di seluruh kawasan dunia.

Di samping itu, pemerintah juga melakukan langkah pencegahan dan penanggulangan aksi terorisme melalui pendekatan “soft power” dan upaya pembinaan deradikalisasi, termasuk melalui upaya kerjasama dalam mengatasi permasalahan mendasar terhadap penyebab terjadinya aksi terorisme (underlying causes of terrorisme).

Pada kesempatan tersebut, Laksamana TNI Agus Suhartono juga memberikan penekanan kepada peserta latihan yaitu cermati perkembangan dan fenomena aksi terorisme dengan segala modus operandi yang digunakan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri serta kemungkinan keterkaitan diantaranya.

Selain itu, evaluasi segala hambatan dan kendala selama latihan, baik yang terkait dengan personel, alat-peralatan maupun piranti lunak yang ada. Adakan terobosan yang inovatif dan kreatif dalam pemenuhan kebutuhan operasional dihadapkan kepada keterbatasan anggaran. Selanjutnya susun organisasi dan standardisasi alkapsus Satuan Gultor TNI guna optimalisasi dan efektivitas komunikasi, komando dan pengendalian. dan bulatkan misi dan samakan persepsi antar sesama Satgultor TNI dalam menghadapi aksi terorisme di darat, laut dan udara di wilayah yurisdiksi nasional.

"Bangun sinergirtas dan soliditas Trimatra terpadu yang lebih efektif dan efisien, pelihara komunikasi yang harmonis serta hindari ego sektoral yang dapat menghambat pelaksanaan tugas pokok," pinta Panglima TNI.

Sumber: Info Publik
Continue Reading | comments

Daftar Blog Saya

Popular Posts Today

Recent Post

Recent Posts
 
Copyright © 2011. Info HanKam - All Rights Reserved
Ping your blog, website, or RSS feed for Free Proudly powered by Blogger