Tampilkan postingan dengan label TNI AL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AL. Tampilkan semua postingan

Lantamal III Lakukan Sea Trial Dua Kapal Patroli

Jumat, 19 Oktober 2012

(Foto: Lantamal III)

19 Oktober 2012, Jakarta: Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut III Brigjen TNI (Mar) Ikin Sodikin AS menyaksikan secara langsung pelaksanaan sea trial Patkamla Sepa dan Wanara yang merupakan unsur jajaran Satuan Keamanan Laut (Satkamla) Lantamal III di perairan Teluk Jakarta, Jumat (19/10).

Sea trial ini dalam rangka ujicoba setelah dua Patkamla tersebut selesai dalam perbaikan baik mesin maupun body kapal. Pelaksanaan sea trial yang dihadiri personel dari Dinas kelaikan material Angkatan Laut (Dislaikmatal) ini berjalan cukup baik.

Selama sea trial Komandan Lantamal III yang semula berada di KAL Kalagian untuk melihat manuvra kapal, kemudian pindah ke Patkamla Sepa yang diujicoba. Selanjutnya Komandan merasakan sendiri Patkamla milik Lantamal III dalam acara sea trial dengan mengemudi sendiri Patkamla Sepa sampai dengan kecepatan sampai 25 knot.

Ikut serta dalam acara sea trial Patkamla ini antara lain Wadan lantamal III Kolonel laut (P) Muchammad Richad serta para asisten Danlantamal III.

Sumber: Lantamal III
Continue Reading | comments

KRI Arun-903 Lakukan Bekal Ulang

Kamis, 18 Oktober 2012

KRI Arun-903 salah satu Unsur Kapal perang RI yang tergabung dalam latihan Armada Jaya-XXXI/2012 melaksanakan bekal ulang pengisian bahan bakar dua unsur LST jenis Frosch KRI Teluk Sibolga-536 dan KRI Teluk Celukang Bawang-532 di perairan Sangatta Kalimantan Tumur.(Foto: Dispenarmabar)

18 Oktober 2012, Sanggata: KRI Arun-903 dengan Komandan Kolonel Laut (P) Joko W, selama kegiatan manuver lapangan latihan armada Jaya-XXXI/2012 melaksanakan bekal ulang bahan bakar terhadap unsur-unsur kapal perang RI pada posisi sekitar 1,5 mil dari Pantai Sangatta Kalimantan Timur.

KRI Arun-903 sebagai unsur Komando Tugas gabungan Amfibi dalam manuver lapangan Armada Jaya XXX)/2012, melaksanakan pengisisn bahan bakar cair terhadap unsur kapal perang RI pada saat berada pengecekan kesiapan pada tahap latihan Umum di Perairan sekitar Pulau laut Banjarmasin dan selanjutnya berperan dalam pengiisian bekal cair di daerah sasaran pendaratan amfibi di Sangatta Kalimantan Timur.

Kegiatan bekal ulang dilaksanakan dalam rangka mendukung manuver lapangan unsur-unsur KRI diantaranya KRI jenis penyapu ranjau KRI Pulau Rengat-711, KRI Pulau Rupat-712, LST jenis Frosch KRI Teluk Sibolga-536 dan KRI Teluk Celukang Bawang-532 serta beberapa unsur kapal perang RI lainnya yang tergabung dalam latihan Armada Jaya XXXI/2012.

Dukungan logistik cair dengan melibatkan KRI Arun-903 jenis kapal tanker selama lintas laut manuver lapangan dibawah komando Tugas Gabungan Amfibi latihan Armada Jaya XXXI/2012 turut serta dalam manuver formasi tempur konvoi bersama KRI jenis landing Ship Tank (LST) dan Frosch angkut Tank dan pasukan dengan kapal markas KRI Banjarmasin-592 sebagai markas komando Panglima Kogasgabfib Laksda TNI Sadiman, S.E yang sehari-hari menjabat Pangarmabar.

Kegiatan bekal Ulang pengisian bahan bakar cair dilaksanakan di Daerah Sasaran Amfibi dalam formasi titik pencar formasi kapal perang RI dalam diagram serbuan yang disimulasikan pada operasi pendaratan amfibi pada manuver lapangn di perairan Sanggata, Kalimantan Timur.

Sumber: Dispenarmabar

Continue Reading | comments

Roket RM 70 Hancurkan Pertahanan Musuh

Rabu, 17 Oktober 2012

Sejumlah kendaraan tempur milik Korps Marinir melakukan penembakan dengan menggunakan Roket RM.70 Grand. (Foto: ANTARA/Prabu Pandya/ss/nz/10)

17 Oktober 2012, : Desa Sekerat membara. Pertempuran sengit kala fajar menyingsing membumihanguskan kawasan pegunungan kapur di sisi utara dari arah pantai. Serangan kilat artileri dan ribuan pasukan marinir melumpuhkan pertahanan musuh di gunung itu.

Ratusan peluru yang terlontar dari meriam Canon 100 mm dan 30 mm di belasan tank amfibi menimbulkan suasana mencekam. Asap dan ledakan di mana-mana. Aroma tajam mesiu menyeruak di sepanjang garis pantai, mengiringi pendaratan ribuan marinir siap tempur dari kapal-kapal kokoh di pesisir.

Eksotisme pantai Sekerat saat matahari terbit seolah tertutupi dengan kecamuk pertempuran. Deburan dan pecahan ombak seolah tak terdengar dikalahkan dentuman keras berbagai piranti tempur.

Situasi kian mencekam ketika roket RM 70 GRAD dimuntahkan secara bertubi-tubi. Lidah api yang panjang mengiringi hujan roket yang menembus sisi-sisi gunung dan menerjang pusat pertahanan musuh.

Suasana ini merupakan pelaksanaan rangkaian latihan puncak TNI Angkatan Laut (AL) bersandi Armada Jaya XXXI tahun 2012 yang digelar di Pantai Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Senin (15/10). Latihan ini melibatkan semua unsur kesenjataan dan kekuatan TNI AL. Mulai dari kapal perang (KRI) dari berbagai jenis yang melakukan penyekatan dan pertempuran laut. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Soeparno, menyaksikan langsung latihan tersebut.

Pertempuran juga didukung kapal Landing Platform Dock (LPD) dan Landing Ship Tank (LST) yang memuat ratusan prajurit marinir lengkap dengan seluruh kesenjataan infanteri, artileri dengan HOW 105 dan roket RM 70 GRAD, kavaleri dengan tank terbaru BMP 3F dari Rusia, serta LVT-7 dari Korea Selatan disamping tank lama.

Adapun kekuatan unsur yang tergabung antara lain 30 KRI dari berbagai jenis, pesawat udara berupa 4 unit cassa KMA, 2 unit heli bell, dan 2 unit heli BO-105. Untuk personel marinir, terdiri dari satu brigrat (2.681 personel), 17 tankfib, 33 RRF/BTR 50P, 8 KAPA, 2 RM 70 GRAD, 6 HOW 105, 3 MER 57, dan 2 truk TATRA.

Gladi lapangan Armada Jaya XXXI ini terdiri dari penembakan senjata strategis TNI AL dilaksanakan di Laut Sulawesi pada tanggal 12 dan 13 Oktober 2012. Serta pendaratan pasukan marinir di pantai Sekerat, Kecamatan Bengalon pada tanggal 15 Oktober kemarin.

Saat penembakan rudal di Laut Sulawesi, terjadi peristiwa yang tidak terduga. Awalnya, target berupa LST akan dilumpuhkan dengan lima jenis rudal. Yaitu KRI OWA-354 ujicoba rudal Yakhon, KRI DPN 365 exocet MM 40 blok 2, KRI AHP 355 ujicoba rudal C 802, KRI 402 dan KRI AJK 653 ujicobaa TPO SUT, serta dari KRI FKO 368 Mistral-2.

"Namun ketika baru ditembak Yakhont saja, target sudah tenggelam. Awalnya ingin kita evaluasi dan dilihat hasilnya. Ternyata sekali ditembak habis. Kebetulan rudal yang lain sudah pernah dicoba. Hanya Yakhont yang belum pernah dicoba," kata KSAL, Laksamana TNI Soeparno.

Yang istimewa, rudal Yakhon itu ditembakkan dari jarak 185 kilometer dan langsung akurat menemui sasaran. "Memang 9 menit baru tenggelam. Namun ditembakkan dari jarak 185 kilometer. Anda bayangkan. Selama sejarah, baru ini yang menembak sejauh itu," katanya.

Dalam latihan ini dilakukan penembakan meriam maupun roket dengan skenario melindungi pasukan penyerang. "Dalam Armada Jaya XXXI ini, kita melaksanakan latihan secara lengkap. Mulai dari laut, pendaratan pantai, juga gerakan darat. Kita juga yakin senjata kita bisa digunakan dengan baik dan masih layak pakai," kata KSAL.

Serangan fajar dilaksanakan sejak subuh hingga sekitar pukul 07.00 Wita. Tembakan beruntun roket RM 70 GRAD menjadi pamungkas dari aksi tersebut. Lontaran berbunga api, dentuman yang keras, dan daya rusak yang kuat menjadi gambaran kualitas piranti tempur tersebut.

Pasca penembakan roket, pasukan infanteri masih terus melakukan perang darat, dan disimulasikan bergabung dengan TNI AD, untuk mengepung sarang musuh. Perang darat rencananya masih berlangsung hingga pukul 17.00 hari ini (16/10).

KSAL bangga dengan para prajurit yang dinilainya menjalankan misi latihan dengan baik. Ia pun berharap jajarannya bisa meningkatkan kualitas dan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini penting sebagai modal untuk dipadukan dengan piranti alutsista yang semakin canggih.

Rombongan KSAL meninggalkan lokasi sekitar pukul 08.30 Wita menuju bandara Tanjung Bara dengan helikopter. Setelah itu langsung menuju Balikpapan untuk seterusnya menuju Jakarta.

Sumber: Tribunnews
Continue Reading | comments

Kemhan Pesan 35 KCR Penuhi MEF

Selasa, 16 Oktober 2012

KRI Celurit-641. (Foto: PT. Palindo Marine)

16 Oktober 2012, Jakarta: Kapal cepat rudal (KCR) yang dipesan pemerintah dari industri galangan kapal PT Palindo Marine, Batam, segera diserahterimakan. Keberadaan kapal jenis tersebut penting untuk pengamanan wilayah laut.

Dari empat KCR yang dipesan, dua di antaranya telah diserahterimakan, yakni KRI Celurit- 641 dan KRI Kujang-642.Ini merupakan bagian dari program pengadaan KCR secarabesar-besaran TNI Angkatan Laut (AL). Managing Director PT Palindo Marine Harmanto mengungkapkan, KCR yang ketiga sekarang ini tinggal tahap finishing. ”Minggu lalu sudah di-launching dan akhir tahun ini mungkin bisa diserahterimakan,” katanya kepada SINDO kemarin.

Kapal ketiga itu sudah berada di galangan kapal dari pabrik tersebut dan menjalani penyempurnaan. ”Setelah penyempurnaan, akan dilakukan pengujian di laut,”sebut dia. Sembari menyelesaikan kapal ketiga, lanjut Harmanto, pihaknya juga sudah mulai tahapan pengerjaan kapal keempat. ”Kita membuat kapal lengkap,kecuali persenjataannya,” imbuh dia. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Mayjen TNI Hartind Asrin menuturkan,pemerintah akan membeli total sekitar 35 KCR untuk memenuhi kebutuhan sesuai program pembangunan kekuatan pokok minimum (MEF).

”Sejauh ini baru empat yang kita pesan,”ujarnya. Indonesia butuh kapal-kapal jenis ini untuk pengamanan wilayah laut, terutama di kawasan barat.”Perairan wilayah barat sangat cocok untuk kapalkapal kecil seperti ini (panjang di bawah 100 meter) karena perairannya dangkal. Kalau di timur, kita butuh kapal-kapal besar yang panjangnya di atas 100 meter,”terang dia. Untuk kapal berukuran di atas 100 meter, kata dia,Kemhan memesan ke PT PAL Surabaya.

”Kita juga punya program korvet nasional,” sebut Hartind yang juga staf ahli Menteri Pertahanan Bidang Keamanan itu. Komandan Satgas KCR-40 dan PC-43 TNI AL Kolonel Nurwahyudi menambahkan, butuh waktu sekitar 12 bulan untuk merampungkan satu unit KCR terhitung sejak penandatanganan kontrak.”Nanti sebelum diserahterimakan ada uji kelaikan laut dulu oleh TNI AL,”sebut dia.

Kapal ini,kata Nurwahyudi, memiliki spesifikasi yang relatif sama dengan dua kapal sebelumnya, KRI Celurit-641 dan KRI Kujang-642. Untuk diketahui, kapal yang didesain sebagai kapal patroli tersebut memiliki spesifikasi panjang sekitar 44 meter, lebar 7,4 meter, berbobot 250 ton,dan mampu berlayar dengan kecepatan maksimum 30 knot. Kapal dipersenjatai rudal C-705, meriam kaliber 30 mm enam laras, serta meriam anjungan dua unit kaliber 20 mm.

KSAL Laksamana TNI Soeparno sebelumnya menuturkan, program penambahan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AL 2012 adalah pengadaan kapal selam dan kapal permukaan. ”Ada tiga kapal selam, dua kapal permukaan frigat jenis perusak kawal rudal (PKR) dan 20 kapal patroli cepat dan kapal cepat torpedo,” tuturnya.

Hingga 2024,TNI AL butuh 24 unit kapal jenis ini.Kapal ini akan dioperasikan di wilayah armada barat dan Sulawesi Utara.Dalam pemesanan kapal ke PT Palindo itu, diketahui harga per unit kapal sekitar Rp75 miliar. Pada pengadaan pertama, KRI Celurit, pemerintah bekerja sama dengan Bank Mandiri untuk pembiayaannya.

Kemandirian Alutsista

Lahirnya Undang-Undang (UU) Industri Pertahanan dipercaya bakal mempercepat perkembangan industri pertahanan dalam negeri. Sebab, UU yang ditandatangani Presiden saat hari ulang tahun TNI ke-67,5 Oktober lalu,itu mengatur sinergi antarindustri strategis maupun industri pertahanan dalam memproduksi alutsista.

Perkara sinergi ini yang selama ini menjadi salah satu kendala yang dihadapi perusahaan. Menurut Hartind, UU Industri Pertahanan memberikan jaminan adanya pembelian produk pertahanan maupun oleh pemerintah. ”Selama ini yang dikhawatirkan industri pertahanan adalah masalah konsistensi pembelian dari user,”beber dia.

Sumber: SINDO
Continue Reading | comments

KRI Teluk Berau Karam Dihantam Rudal Yakhont

Sabtu, 13 Oktober 2012

Anggota TNI AL memeriksa nose cap rudal Yakhont. (Foto: ANTARA/Eric Ireng)

13 Oktober 2012, Surabaya: KRI Oswald Siahaan (OWA)-354 dari jajaran unsur Satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Timur (Satkor Koarmatim) yang tergabung dalam Latihan Armada Jaya XXXI/2012 menembakkan Rudal Yakhont dan berhasil menenggelamkan kapal Ex KRI Teluk Berau yang dijadikan sasaran dalam latihan tersebut, Sabtu (13/10).

Manuver lapangan Armada Jaya XXXI/2012 yang digelar di perairan Laut Sulawsi tersebut, KRI OWA-354 tepat pada pukul 09.58 WITA telah meluncurkan Rudal Yakhont dan berhasil mengenai target sasaran yang ditempatkan pada koordinat 0241.54 U – 12240.30 T (perairan Laut Sulawesi).

Begitu mendapat serangan Rudal Yakhont, tepat pada pukul 10.05 WITA sasaran mengalami kemiringan hingga 45 derajat. Kemudian tidak menunggu lama, pada pukul 10.06 WITA (satu menit kemudian), anjungan kapal yang menjadi sasaran tembak mulai tenggelam. Selanjutnya pada pukul 10.07 WITA, sasaran tembak tersebut dinyatakan tenggelam secara keseluruhan.

Rudal Yakhont yang saat ini diuji cobakan penembakan dalam Latihan Armada Jaya XXXI merupakan salah satu senjata strategis yang dimiliki TNI AL. Negara asal rudal ini adalah Rusia. Rudal ini memiliki kecepatan terbang kurang lebih 2 mach, dengan jangakauan tembak 300 km. Ketika ditembakan, rudal tersebut memiliki sudut luncur 90 derajat, dengan ketinggian terbang 14.000 meter. Dengan berat 3.000 kg, rudal ini memiliki panjang 8.900 mm dengan diameter 720 mm.

Pada tahap manuver lapangan Armada Jaya XXXI/2012 yang dimulai tanggal 9 hingga 22 Oktober, kekuatan yang dikerahkan secara kuantitas kurang lebih 5.500 personel, 35 kapal perang berbagai jenis (kapal selam, perusak kawal rudal, kapal cepat rudal, perusak kawal, angkut tank, buru ranjau, kapal tanker dan kapal bantu tunda), 6 pesawat udara, 1 Batalyon Tim Pendarat Marinir beserta 93 kendaraan tempur Pasukan Pendarat.

Latihan Armada Jaya ini merupakan salah satu aktualisasi tentang kesiapan TNI AL dalam melaksanakan operasi amfibi, operasi laut gabungan dan operasi pendaratan administrasi di perairan timur yurisdiksi nasional dalam rangka menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI.

Sumber: Dispenarmatim
Continue Reading | comments

Koarmatim Kerahkan 21 Kapal Perang dalam Latihan Armada Jaya 2012

Jumat, 12 Oktober 2012


12 Oktober 2012, Surabaya: Memasuki tahap manuver lapangan (manlap), 21 KRI dari jajaran unsur Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) yang dilibatkan dalam Latihan Armada Jaya XXXI/2012 melaksanakan beberapa kegiatan latihan di laut. Latihan yang digelar tersebut meliputi penangggulangan bahaya udara, melewati medan ranjau , hingga penanggulangan problem kesehatan dan masalah psikologi yang dialami oleh para prajurit.

Sejak kapal bertolak dari Dermaga Koarmatim, Rabu (10/10), hampir tidak ada kesempatan untuk santai, seluruh prajurit dalam kondisi siaga penuh; siap menghadapi setiap Rencana Informasi Latihan (RIL) yang disampaikan oleh para wasit dan pengendali latihan (Wasdal). Sekurang-kurangnya setiap lima belas menit, alarm terdengar meraung-raung tanda berlangsungnya peran tempur.

Hari ini Jumat (12/10), seluruh KRI Kormatim serta beberapa unsur latihan dari komando utama operasional lainnya akan melaksanakan beberapa jenis latihan pada tahap latihan umum. Beberapa latihan yang digelar di antaranya, simulasi penyapuan ranjau, simulasi sabotase, dan simulasi serangan udara.

Pada tahap manuver lapangan Armada Jaya XXXI/2012 yang dimulai tanggal 9 hingga 22 Oktober, kekuatan yang dikerahkan secara kuantitas kurang lebih 5.500 personel, 35 kapal perang berbagai jenis (kapal selam, perusak kawal rudal, kapal cepat rudal, perusak kawal, angkut tank, buru ranjau, kapal tanker dan kapal bantu tunda), 6 pesawat udara, 1 Batalyon Tim Pendarat Marinir beserta 93 kendaraan tempur Pasukan Pendarat.

Latihan Armada Jaya ini merupakan salah satu aktualisasi tentang kesiapan TNI AL dalam melaksanakan operasi amfibi, operasi laut gabungan dan operasi pendaratan administrasi di perairan timur yurisdiksi nasional dalam rangka menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI.

TNI Angkatan Laut sebagai alat pertahanan negara di laut dituntut kesiapannya dalam menghadapi dan memgantisipasi berbagai bentuk ancaman yang dapat mengganggu keamanan dan kedaulatan NKRI. Kesiapan TNI AL berupa tampilan kemampuan dan kekuatan alutsista yang andal, kesiapsiagaan operasional seluruh komponen Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) dan profesionalisme prajurit matra laut. Pencapaian hasil dari kegiatan pembinaan tersebut, diukur melalui latihan puncak TNI AL yaitu Armada Jaya.

Sumber: Dispenarmatim
Continue Reading | comments

Embarkasi Marinir dan Ranpur dari LST dan LPD

Selasa, 09 Oktober 2012

(Foto: Dispenarmabar)

9 Oktober 2012, Surabaya: Pasukan pendarat Marinir melaksnakan kegiatan embarkasi pasukan dan tank amfibi serta kendaraan tempur marinir di sejumlah KRI jenis Angkut pasukan Landing ship tank dan di kapal Markas Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib) KRI Banjarmasin-592, Selasa (9/10/2012).

KRI jenis angkut pasukan yang dilibatkan dalam unsur tugas Angkut Komando Tugas Gabungan Amfibi dibawah Panglima Komando Tugas Gabungan Amfibi (Pangkogasgabfib) yang dijabat oleh Pangarmabar Laksda TNI Sadiman .S.E.

Kapal jenis angkut pasukan tersebut KRI jenis Angkut pasukan KRI Teluk Mandar -514, KRI Teluk Ratai-509, KRI Teluk Sampit -515,KRI Celukan Bawang-532, KRI Teluk Sibolga-536 dan dan kapal markas KRI Banjarmasin-592.

Sedangkan Unsur Tugas Bantu dilibatkan KRI Arun- 903,KRI Soeharso-990 dan sejumlah unsur penyapu ranjau KRI Pulau Rengat 711, KRI Pulau Rupat 712 dan KRI Teluk Sibolga-536 ditugaskan sebagai satuan aju dalam lintas laut manuver lapangan Komando Tugas gabungan Amfibi menuju Perairan Kalimantan Timur.

Sementara itu di Pangkalan Angkatan Laut Ujung Surabaya dilaksanakan kegiatan peran tempur bahaya udara yang dilaksnakan oleh seluruh unsur yang disimulasikan mendapat serangan udara.

Sumber: Dispenarmabar
Continue Reading | comments

PT Palindo Segera Serahkan KCR 40 Ketiga

Peresmian KRI Kujang KCR 40 kedua produksi PT. Palindo. (Foto: DMC)

9 Oktober 2012, Batam: TNI Angkatan Laut segera mendapatkan kembali satu unit Kapal Cepat Rudal (KCR) 40 M dari industri galangan kapal PT Palindo Marine, Batam.

"KCR yang ketiga ini tinggal tahap 'finishing' saja. Pekan lalu sudah diluncurkan' dan akhir tahun ini mungkin bisa diserahterimakan," kata Managing Director PT Palindo Marine Harmanto saat menerima kunjungan rombongan Puskom Publik Kemhan dan wartawan di pabrik PT Palindo Marine, Batam, Selasa.

Kapal itu merupakan salah satu dari empat KCR yang telah dipesan pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) dari PT Palindo Marine. Sebelumnya dua unit kapal lainnya telah diserahterimakan, yakni KRI Celurit-641 dan KRI Kujang-642.

Menurut dia, kapal ketiga ini sudah berada di galangan kapal dan akan menjalani penyempurnaan. Setelah penyempurnaan, akan dilakukan pengujian di laut.

Sambil menyelesaikan kapal ketiga, lanjut Harmanto, pihaknya juga sudah mulai tahapan pengerjaan kapal keempat, dimana semua kapal lengkap, kecuali persenjataannya.

Di tempat yang sama, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Hartind Asrin menuturkan, pemerintah akan membeli total sekitar 35 KCR untuk memenuhi kebutuhan sesuai program pembangunan kekuatan pokok minimum (MEF).

"Sejauh ini baru empat yang kita pesan. Indonesia butuh kapal-kapal jenis ini untuk pengamanan wilayah laut, terutama di kawasan barat," ujarnya.

Hartind yang juga menjabat staf ahli Menhan juga mengatakan, perairan wilayah barat sangat cocok untuk kapal-kapal kecil seperti ini (panjang di bawah 100 meter) karena perairannya dangkal.

"Kalau di timur, kita butuh kapal-kapal besar yang panjangnya di atas 100 meter, dimana Kemhan telah memesan kepada PT PAL Surabaya. Kita juga punya program Korvet Nasional," tuturnya.

Komandan Satgas KCR-40 dan PC-43 TNI Angkatan Laut Kolonel Nurwahyudi menambahkan, butuh waktu sekitar 12 bulan untuk merampungkan satu unit KCR terhitung sejak penandatanganan kontrak. "Nanti sebelum diserahterimakan ada uji kelaikan laut dulu oleh TNI Angkatan Laut," katanya.

Sumber: Republika
Continue Reading | comments

KASAL Tinjau Gelar Pasukan Latihan Armada Jaya 2012

Senin, 08 Oktober 2012

(Foto: Dispenarmatim)

8 Oktober 2012, Surabaya: Dalam rangka Geladi Lapangan Latihan Armada Jaya XXXI/2012, telah dilaksanakan Gelar Pasukan yang diikuti oleh seluruh unsur dan personel yang terlibat dalam latihan di Komando Armada RI Kawasan Timur. Gelar pasukan dipimpin langsung Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno, selaku Pemimpin Umum Latihan Armada Jaya XXXI/2012 di Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya, Senin (8/10).

Kegiatan tersebut dihadiri pejabat Mabesal, para Pangkotama TNI Angkatan Laut, Direktur Latihan Laksamana Muda TNI Arief Rudianto, yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Seskoal, Komandan Kogasgabfib Laksamana Muda TNI Sadiman (Pangarmabar) serta para pejabat latihan Armada Jaya XXXI/2012 lainnya.

Dalam amanat Kasal Laksamana TNI Soeparno diantaranya mengatakan, bahwa keberhasilan pelaksanaan latihan ini sangat tergantung dari kesiapan operasi yang sudah direncanakan. Namun tentunya tuntutan untuk tetap menyesuaikan dengan berbagai perubahan yang terjadi sebagai dampak perkembangan situasi dan kondisi di lapangan, tetap harus mampu diantisipasi serta diwaspadai, khususnya yang berkaitan dengan penembakan senjata strategis dihadapkan kepada perubahan kondisi alam.

Fungsi komando dan pengendalian harus tegas serta melalui proses pengambilan keputusan yang cermat, cepat dan akurat dalam menyelesaikan segala permasalahan yang berkembang di lapangan. Demikian pula acuan keselamatan dan keamanan diatas segala-galanya, harus menjadi pedoman dalam berbagai kegiatan latihan. “Hal ini selain menyangkut keamanan material, juga keselamatan personel tetap menjadi hal yang utama untuk dilakukan,”tegas Kasal.

Untuk diketahui, bahwa pada tahap manuver lapangan Latihan Armada Jaya XXXI ini dimulai tanggal 9 hingga 22 Oktober. Kekuatan yang dikerahkan meliputi 5.500 personel, 35 kapal perang dari berbagai jenis (Kapal Selam, Perusak Kawal Rudal, Kapal Cepat Rudal, Perusak Kawal, Angkut Tank, Buru Ranjau, Kapal Tanker dan Kapal Bantu Tunda), 6 pesawat udara, 1 Batalyon Tim Pendarat Marinir beserta 93 kendaraan tempur Pasukan Pendarat.

Dalam latihan ini beberapa kapal akan melaksanakan uji coba penembakan peluru kendali, seperti rudal Yakhont, rudal Exocet MM 40, rudal C-802 serta penembakan Torpedo Sut dengan sasaran kapal permukaan. Manuver lapangan digelar mulai Laut Jawa, hingga puncaknya dilaksanakan operasi amfibi berupa pendaratan Pasukan Pendarat Marinir di Sanggatta, Kalimantan Timur.

Sumber: Dispenarmatim
Continue Reading | comments

TNI AL Minta Bahan KCR Siluman Diganti

KRI Klewang sebelum ditarik ke laut. (Foto: North Boat Sea)

8 Oktober 2012, Surabaya: TNI AL tetap akan melanjutkan pemesanan kapal cepat rudal canggih setipe dengan KRI Klewang yang terbakar dan meleleh belum lama ini.

Hal ini ditegaskan Kasal Laksamana TNI Soeparno usai gelar pasukan Latihan Armada Jaya, di Koarmatim, Ujung, Senin (8/10/2012).

"Kita akan evaluasi, namun secara garis besar kita tidak akan memesan yang sama dalam arti bahan yang sama,” jelas Soeparno.

Kontrak pembuatan kapal kata Soeparno juga akan dievaluasi lagi, namun bukan berarti pemesanan dibatalkan. Sebenarnya kata Soeparno TNI AL memesan empat kapal cepat rudal. Namun setelah ada kejadian terbakar dan tidak bisa diatasi kontrak akan dievaluasi lagi, terutama bahan pembuatan kapal yang tidak sama dengan kapal yang terbakar. Kapal yang terbakar itu belum diserahkan ke TNI AL.

“Kalau kita memesan kapal dengan bahan yang sama dan masyarakat tahu terbakar dan tidak bisa diatasi, apa kata dunia,” ujarnya.

Sebelumnya KRI Klewang-625 yang dipesan TNI AL dari galangan kapal PT Lundin Industry Invest, Banyuwangi, Jawa Timur, terbakar di Pangkalan Angkatan Laut Banyuwangi pada 28 September 2012.

Kapal yang diperkenalkan pada 31 Agustus 2012 itu statusnya masih dalam tahap uji coba. Kapal perang dengan harga sekitar Rp 114 miliar dan dilengkapi senjata rudal itu, memiliki keunggulan tidak terdeteksi oleh radar musuh dan cocok digunakan untuk kegiatan patroli di wilayah perairan Indonesia.

Sumber: Surya
Continue Reading | comments

TNI AL Akan Bangun Lanal di Pantai Selatan Jabar

Minggu, 07 Oktober 2012

Kapal patroli KRI Warakas. (Foto" Ivan Meshkov)

8 Oktober 2012, Bandung: TNI Angkatan Laut (AL) berencana membangun pangkalan laut skala B di kawasan pesisir Pantai Selatan Jawa Barat.

Komandan Lanal Bandung Kolonel Laut (P) Iswan Sutiswan mengatakan kehadiran pangkalan laut di wilayah selatan sudah sangat mendesak terkait banyaknya persoalan di perairan tersebut.

“Pembangunan belum akan dimulai. Saat ini baru dicari tempat-tempat strategis di daerah tersebut,” kata Iswan di Bandung.

Pangkalan laut itu sendiri kemungkinan akan berstandar pada type B yang nantinya akan didukung oleh dermaga dan tempat perawatan alutsita TNI AL. Pembangunan pangkalan menurutnya direncanakan akan dilakukan secara bertahap dari type C ke B.

“Tidak menutup kemungkinan menjadi type A. nanti yang memimpin setingkat kolonel,” katanya.

Dengan pangkalan type tersebut menurut Iswan, di masa mendatang kerawanan wilayah laut selatan Jabar bisa ditakar TNI AL. “[Selatan Jabar] Ke depan kayak apa? Sekarang selatan tidak terpantau, ke depan bakal rawan seluruhnya. Kita jangan berpikir sekarang ini, tapi 10-20 tahun akan makin rawan perairan di sana,” katanya.

Menurut Iswan, persoalan penyelundupan seperti manusia, ikan dan barang-barang terlarang sudah makin banyak melewati laut selatan. Dalam perencanaan yang sudah disusun TNI AL pangkalan laut akan merata dibangun sepanjang wilayah Pantai Selatan Jabar.

“Bukan hanya di Pangandaran [Ciamis] tapi di tiap titik akan ada,” katanya.

TNI AL memandang keberadaan pangkalan laut di pantai selatan Jabar sepanjang 500 kilometer sudah menjadi kebutuhan mengingat untuk wilayah sepanjang itu pos yang ada masih terbatas.

“Sementara pos di wilayah tersebut Cuma ada dua, Pangandaran dan Pelabuhan Ratu, sub-sub pos pun sangat terbatas,” katanya.

Menurutnya perairan paling rawan terdapat di Sukabumi dan Ciamis. Iswan menuturkan, pelaku kriminal saat ini menganggap daerah pantai selatan aman untuk melakukan hal-hal kejahatan. Hal ini terjadi karena sampai saat ini belum terpantau oleh pemerintah daerah dan aparat keamanan.

Persoalan kurangnya pemantauan juga terjadi karena minimnya kapal patroli yang dimiliki TNI AL. “Kita punya alat utama terbatas juga, wilayah rawan banyak. Ke depan, dimana prioritas rawan, akan dikerahkan di sana, dan perlu ada kerjasama antara TNI-Polri,” katanya.

Sumber: Bisnis Jabar
Continue Reading | comments

Pangkalan Kapal Selam di Teluk Palu Segera Dioperasikan

Rabu, 03 Oktober 2012

(Foto: Dispenarmatim)

3 Oktober 2012, Palu: Pangkalan kapal selam TNI AL di Teluk Palu, Sulawesi Tengah, akan selesai dibangun pada akhir 2012, dan segera beroperasi.

"Pada awal 2013, kapal selam dari Armatim (Armada RI Kawasan Timur) sudah bisa singgah di Teluk Palu," kata Komandan Pangkalan TNI AL Palu, Kolonel Pelaut Boedi Oetomo, di Palu, Rabu.

Dia mengatakan saat ini pembangunan tahap dua sudah selesai sekitar 80 persen. Tahap dua itu bangunan fisik di sekitar pangkalan. Selanjutnya masuk ke tahap tiga, yakni pengerjaan fisik yang ringan seperti pembuatan pagar dan proses pengecatan.

Salah satu alasan pemilihan Teluk Palu karena teluk ini cukup strategis di nusantara. Teluk Palu memiliki lebar 10 kilometer dengan lingkar garis pantai sepanjang 68 kilometer. Kedalaman Teluk Palu mencapai 400 meter dan dinilai sangat strategis. "Perlindungan alam" terhadap arus laut yang ekstrim juga dinilai sangat memadai dan menguntungkan untuk dijadikan pangkalan kapal selam.

Sebagai gambaran, pada Perang Dunia II, Angkatan Laut Kerajaan Inggris pernah mengandalkan pangkalan kapal selam Scapa Flow di Kepulauan Orkney, Skotlandia. Walau sempat ditembus flotila kapal selam U-boat Jerman namun eksistensi Scapa Flow tetap dipertahankan.

Boedi mengatakan, di pangkalan kapal selam itu nantinya akan diperkuat dengan pasukan pertahanan pangkalan dengan jumlah personel sebanyak satu peleton atau sekitar 24 orang.

Pangkalan kapal selam TNI AL sendiri berada di lahan seluas 13 hektare di Kelurahan Watusampu, Kota Palu.

Pada awal 2012, Komandan Pangkalan Utama TNI AL IV Makassar, Brigadir Jenderal Marinir M Suwandi Thahir, meninjau pembangunan pangkalan khusus kapal selam di Teluk Palu.

Saat itu, ia mengemukakan bahwa keberadaan pangkalan tersebut sangat strategis untuk pengamanan wilayah NKRI terutama di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II Selat Makassar sampai ke perbatasan dengan negara tetangga Malaysia di Laut Sulawesi.

Sumber: ANTARA News
Continue Reading | comments

KRI Teluk Berau-534 Dipensiunkan

Kamis, 27 September 2012

(Foto: Dispenarmatim)

28 September 2012, Surabaya: Satu lagi, salah satu alutsista yang dimiliki TNI Angkatan Laut yang selama ini memperkuat jajaran unsur Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), yakni KRI Teluk Berau-534 telah mengakhiri pengabdiannya. Menandai dengan berakhirnya masa bhakti kapal tersebut, hari ini, Jumat (29/9), Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H, M.Hum meminpin upacara pelepasan KRI Teluk Berau-534 dari dinas aktif TNI AL yang bersandar di Dermaga Koarmatim Ujung.

Dalam amanatnya Pangarmatim mengatakan, dengan usia kapal lebih dari 35 tahun dan telah memperkuat jajaran TNI AL selama lebih dari 19 tahun, sampailah saatnya pada hari ini, KRI Teluk Berau pada batas akhir pengabdiannya. “Pada hari ini kita melaksanakan upacara militer secara sederhana, namun tidak mengurangi kekhidmatan sebagai penghormatan terhadap pengabdian KRI tersebut dalam mendukung tugas-tugas TNI AL, TNI maupun tugas-tugas negara lainnya,”tegas Pangarmatim.

KRI Teluk Berau-534 yang sebelumnya memperkuat jajaran Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmatim ini, telah banyak jasa selama dharma bhakti dan pengabdiannya dalam memperkuat di jajaran alutsista TNI AL. Diantaranya penugasan yang pernah diemban, yaitu telah melaksanakan berbagai macam operasi antara lain operasi Tri Sila, Operasi Balat Sakti, Operasi Taring Hiu dan beberapa penugasan lainnya.

KRI Teluk Berau dengan nomor lambung 534 di buat di galangan VEB Penee Werft Wolgast Jerman Timur pada tanggal 18 Juni 1977. Nama kapal saat diluncurkan adalah “Eberswaldefinow” dengan nomor lambung 634. Setelah dibeli oleh Pemerintah Indonesia diadakan Refit mencakup demiliterisasi, modernisasi serta perubahan terhadap desain awal. Maka berdasarkan Skep Pangab No.Skep/217/IV/1993 tanggal 22 April 1993 diresmikan menjadi KRI Teluk Berau – 534.

Menelusuri jejak dipakainya nama Teluk Berau sebagai nama kapal perang RI, karena tidak lepas dari sejarah ketenaran Teluk Berau itu sendiri. Teluk Berau terletak di Papua tepatnya di Selatan kepala burung Papua, masuk dalam kawasan Kecamatan Berau, Kabupaten Sorong. Pada masa Trikora, dari Teluk Berau inilah Kesatuan Kapal Selam TNI AL yang tergabung dalam ATA-17 (Angkatan Tugas Amphibi 17) pada waktu Operasi Jayawijaya berhasil mendaratkan sukarelawan Indonesia di Daerah Fak-Fak.

Disamping itu, kawasan Teluk Berau merupakan daerah yang kaya ikan laut sehingga menjadi daerah nelayan yang potensial. Disamping itu Teluk Berau juga merupakan jalur pelayaran rakyat yang sangat penting untuk membuka isolasi daerah terpencil di kawasan pantai bagian barat Manokwari, Sorong dan Fak-Fak.

Demikian besarnya peranan Teluk Berau dalam mendukung pembangunan sektor ekonomi di wilayah Papua khususnya di kabupaten Sorong, serta mempunyai andil yang cukup besar waktu dilaksanakannya Operasi Jayawijaya, maka sudah selayaknya nama tersebut dipergunakan sebagai nama Kapal Perang RI.

KRI Teluk Berau memiliki panjang 90,70 meter, lebar 11,12 meter, berat 1.900 ton. Kapal dengan jumlah ABK 42 orang ini, memiliki kecepatan jelajah 18 knot. Sebagai kapal pendarat pasukan, kapal ini dilengkapi dengan senjata kanon laras ganda kaliber 37 mm, 1 Meriam Bofors 40/70 kaliber 40mm dan 2 kanon laras ganda 25 mm.

Sumber: Dispenarmatim
Continue Reading | comments

KRI Oswald Siahaan Kembali Tembakan Rudal Yakhont

(Foto: Dispenarmatim)

27 September 2012, Surabaya: Latihan Armada Jaya (AJ) XXXI/2012 yang manlapnya (manuver lapangan) digelar pada bulan Oktober mendatang ini bakal menarik dan seru. Pasalnya, TNI Angkatan Laut akan melaksanakan uji coba penembakan beberapa senjata strategis, diantaranya Rudal Yakhont buatan Rusia.Ujicoba penembakan Rudal Yakhont ini nantinya akan dilaksanakan oleh KRI Oswald Siahaan (OWA)-354 yang ikut terlibat dalam Latihan Armada Jaya tersebut.

KRI OWA-354 adalah kapal ke empat dari kapal perang kelas Perusak Kawal Kendali Kelas Ahmad Yani. Sampai saat ini, kapal perang tersebut memperkuat jajaran Satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim). Kapal ini bersaudara dekat dengan Fregat Inggris Kelas HMS Leander. Dibangun tahun 1967 oleh Nederlandse Doken Scheepsbouw Mij, Amsterdam, Belanda dan mendapat peningkatan kemampuan sebelum berpindah tangan ke TNI AL.

Uji coba pertama kali penembakan Rudal Yakhont berhasil dilakukan pada bulan April 2011 oleh KRI OWA-354 di perairan Selat Sunda. Pada saat uji coba tersebut, sasaran tembak Yakhont berada di lintas cakrawala, yakni menghamtam target. Untuk mengecek kesiapan uji coba penembakan rudal tersebut, Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H, M.Hum, rencananya akan meninjau langsung kesiapan KRI OWA-354, Jumat (28/9) besok siang.

Sumber: Dispenarmatim
Continue Reading | comments

TNI AL Siapkan Calon Awak Kapal Selam

Selasa, 25 September 2012

(Foto: Kobangdikal)

25 September 2012, Surabaya: Sebanyak 141 prajurit TNI AL mengikuti seleksi Pendidikan Calon Awak Kapal Selam (Dikcawakkasel), Pendidikan Pasukan Katak (Dikpaska), Pendidikan Juru Selam (Dikjursel) dan Pendidikan Intai Amfbi (Diktaifib) Marinir, Selasa,(25/9). .

Proses seleksi berlangsung selama sepekan dipusatkan di Gedung Moleljadi Kesatrian Bumimoro Kobangdikal Surabaya. Seleksi meliputi test Kesegaran jasmani (Garjas), kesehatan lengkap, psikologi tertulis dan wawancara, mental idiologi tertulis dan wawancara serta Kesehatan jiwa (Keswa) dan diakhiri sidang Penentuan Akhir (Pantuhir) yang digelar di Mako Kodikopsla, Ujung Surabaya, Jumat (28/9). .

141 calon siswa terdiri 25 orang mengikuti test seleksi Dikcawakkasel, 39 orang Dikpaska, 24 orang Dikjursel dan 53 orang Diktaifib. .

Pada kalender pendidikan 2012, tersedia alokasi peserta pendidikan Dikcawakakasel 15 orang, Dikpaska 30 orang, Dikjursel 15 orang dan Diktaifib 30 orang. .

Para siswa yang lolos seleksi akan menempuh pendidikan di Sekolah Kapal Selam (Sekasel), Dikpaska di Sekolah Pasukan Katak (Sepaska) dan Dikjursel di Sekolah Penyelam (Seselam) di Pusat Pendidikan Khusus (Pusdiksus) Kodikopsla. .

Sedangkan Diktaifib Marinir akan menempuh Pendidikan di Sekolah Khusus (Sesus) Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) yang berada di bawah Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar) Kobangdikal berlokasi di Gunungsari, Surabaya.

Sumber: Kobangdikal
@Berita HanKam
Continue Reading | comments

Sepuluh Kapal Perang Tembakan Rudal dalam Latihan Armada Jaya 2012

(Foto: Seskoal)

25 September 2012, Jakarta:Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Dr. Marsetio M.M., membuka secara resmi latihan puncak TNI AL Armada Jaya XXXI/2012 bertempat di Auditorium Jos Sudarso, Seskoal Bumi Cipulir Jakarta Selatan, Selasa (25/9/2012).

Dalam pelaksanaan Latihan Armada Jaya kali ini, mengambil tema “Melalui Latihan Armada Jaya XXXI/2012 TNI Angkatan Laut menggelar Operasi Laut Gabungan, Operasi Amphibi dan Operasi Pendaratan Administrasi di Wilayah Timur Indonesia Dalam Rangka Menjaga Kedaulatan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Bertindak selaku Pemimpin Umum Armada Jaya XXXI/2012 adalah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno sedangkan Direktur Latihan (Dirlat) dijabat oleh Komandan Seskoal Laksda TNI Arief Rudianto, S.E.

Rangkaian kegiatan latihan didukung oleh 6000 personel, 35 kapal perang berbagai jenis (Kapal Selam, Perusak Kawal Rudal, Kapal Cepat Rudal, Perusak Kawal, Angkut Tank, Buru Ranjau, Kapal Tanker dan Kapal Bantu Tunda), 6 pesawat udara, 1 Batalyon Tim Pendarat Marinir, serta 93 kendaraan tempur Pasukan Pendarat.

Seluruh kesenjataan TNI AL yang tergabung dalam SSAT (Sistim Senjata Armada Terpadu) akan digelar pada Armada Jaya kali ini. 10 kapal perang akan melaksanakan penembakan peluru kendali, seperti rudal Yakhont, rudal Excocet MM 40, rudal C-802 serta penembakan Torpedo Sut dari kapal selam dan Kapal Atas Air dengan sasaran kapal permukaan. Kesuksesan latihan ini merupakan salah satu indikator bahwa TNI AL siap mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI dari setiap ancaman kapanpun dan dimanapun.

Latihan Armada Jaya XXXI/2012 dilaksanakan dalam dua tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Tahap persiapan dilaksanakan Gladi Posko tanggal 25 September 2012 sampai dengan 2 Oktober 2012, bertempat di Seskoal. Sedangkan tahap pelaksanaan dilaksanakan kegiatan Gladi Lapangan atau Manuver lapangan tanggal 9 sampai dengan 22 Oktober 2012 di Laut Jawa dan Perairan Sangata.

Kasal dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakasal Laksdya TNI Dr. Marsetio, M.M., mengatakan bahwa pada Latihan Armada Jaya kali ini merupakan ajang pengukuran dan penguatan prosedur serta mekanisme proses penembakan senjata strategis. Selain itu agar pada latihan ini dapat dimanfaatkan dalam menyongsong Latihan Gabungan TNI yang akan digelar pada tahun 2012.

Mengakhiri amanatnya Kasal mengharapkan agar seluruh personel yang terlibat dalam latihan Armada Jaya ini, melaksanakan dengan sungguh-sungguh dan serius, sesuai dengan tahapan latihan yang telah ditetapkan. Ikuti prosedur dalam proses pengambilan keputusan sesuai dengan skenario latihan. Jadikan latihan ini sebagai wahana untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AL yang selalu siap mengemban tugas negara.

Sumber: Penseskoal
Continue Reading | comments

Puspenerbal Kirim Tiga Kowal Kursus Menjadi ATC

Senin, 24 September 2012

(Foto: Puspenerbal)

25 September 2012, Surabaya: Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) mengirimkan tiga personil Kowal, Serka (BEK/W) Dyah Permani , Serka (PKU/W) Nanik Dwi S dan Serda (KEU/W) Anna Dwi Susanti mengikuti kursus Air Traffic Services Resources Management And Training Workshop di Avionic Singapore Academy. Upacara pelepasan dipimpin Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama TNI Sugianto, S.E., M.A.P di Mako Puspenerbal, Surabaya, Senin (24/9).

Para personil Kowal tersebut diharapkan dapat mengawaki pangkalan udara TNI AL setelah menyelesaikan kursus.

Petugas air traffic service (ATC ) bertugas memandu lalu lintas udara dengan tujuan:
- Mencegah tabrakan antar pesawat,
- Mencegah tabrakan pesawat dengan penghalang penerbangan,
- Mengatur arus lalu lintas udara yang aman, cepat dan teratur kepada pesawat terbang, baik yang berada di ground atau yang sedang terbang / melintas dengan menggunakan jalur yang telah ditentukan.

Puspenerbal berencana menggunakan lapangan terbang di Trunojoyo, Sumenep dan Blimbingsari Banyuwangi untuk melatih para penerbangnya.

Sumber: Puspenerbal
@Berita HanKam
Continue Reading | comments

Puspenerbal Akan Gunakan Bandara Trunojoyo

24 September 2012, Sumenep: Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut berencana memanfaatkan Bandara Trunojoyo Sumenep sebagai salah satu lokasi latihan calon penerbang TNI Angkatan Laut.

"Kami memang berminat menjadikan Bandara Trunojoyo sebagai salah satu lokasi latihan calon penerbang TNI Angkatan Laut. Kunjungan kami ke Sumenep ini dalam rangka koordinasi awal," kata Komandan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama (TNI) Sugianto di Sumenep, Senin.

Kedatangan Sugianto diterima langsung oleh Wakil Bupati Sumenep Soengkono Sidik dan sejumlah pejabat pemerintah daerah, serta Kepala Satuan Kerja Bandara Trunojoyo Dwi Ariyanto.

"Secara internal, kami ingin segera memanfaatkan Bandara Trunojoyo sebagai salah satu lokasi latihan calon penerbang TNI Angkatan Laut. Namun, itu semuanya tergantung pemerintah daerah," ujarnya.

Sugianto mengatakan, pihaknya bisa langsung menginstruksikan penerbang TNI Angkatan Laut untuk latihan di Bandara Trunojoyo.

"Pergeseran anggota (penerbang) kami beserta pesawat latih supaya latihan di Bandara Trunojoyo, bisa dilakukan kapan saja. Makin cepat makin bagus, karena Bandara Trunojoyo memang sudah layak digunakan untuk aktivitas penerbangan pesawat latih," ucapnya.

Sejak beberapa tahun lalu, Pemkab Sumenep bersama Satuan Kerja Bandara Trunojoyo selalu bersinergi untuk menambah fasilitas di bandara tersebut supaya bisa disinggahi pesawat berjadwal reguler (komersial).

Saat ini, Bandara Trunojoyo sudah dinyatakan layak untuk aktivitas penerbangan pesawat berukuran kecil dan sedang pada siang maupun malam hari.

Sejak 2010, sekolah penerbang milik PT Merpati Nusantara Airlines telah menjadikan Bandara Trunojoyo Sumenep sebagai lokasi latihan terbang pesawat bagi siswanya.

Sumber: ANTARA News
Continue Reading | comments

TNI AL Pesan Dua Kapal Tunda ke PT. PAL

Sabtu, 22 September 2012

KRI Leuser-924 yang diserahkan PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari kepada TNI AL pada 22 Agustus 2002, adalah Kapal Tunda Samudera terbesar di Asia Tenggara, dengan panjang 71,50 meter dan berkecepatan 15,20 knots, memiliki kemampuan multifungsi di antaranya sebagai kapal angkut pasukan berkapasitas 120 orang, serta digunakan sebagai kapal hidrografi. (Foto: Dispenal)

21 September 2012, Surabaya: TNI Angkatan Laut memesan dua unit kapal tunda samudera kepada PT PAL Indonesia (Persero) yang kontraknya didasarkan surat perjanjian jual beli antara Dinas Pengadaan TNI AL (Disadal) dengan PT PAL Indonesia pada 20 Desember 2011.

Pembangunan dua unit kapal tunda itu ditandai dengan "Keel Laying" yang disaksikan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno di Bengkel Assembly CBL, Divisi Kapal Niaga, PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya, Jumat.

Pada kesempatan itu dilakukan penandatanganan berita acara Keel Laying di Bengkel Assembly Curve Bock Line (CBL) Divisi Kapal Niaga oleh Asisten Logistik (Aslog) Kasal Laksamana Muda TNI Sru Handayanto bersama Direktur Produksi PT PAL Indonesia (Persero) Ir Edy Widarto.

Selain Kasal Laksamana TNI Soeparno, acara itu juga disaksikan Dirut PT PAL Indonesia (Persero) Ir. Firmansyah Arifin, Wakil Komisaris PT PAL Indonesia (Persero) Laksamana Muda TNI (Purn) Sunardjo, dan undangan lainnya.

Kapal itu merupakan kapal kedua dari dua unit kapal tunda 2400 HP yang dipesan oleh TNI Angkatan Laut berdasarkan surat perjanjian jual beli nomor: KTR/1055/02-48/XII/2011/Disadal yang sesuai rencana akan diserahkan pada Juni 2013.

Ukuran Utama Kapal Tunda 2400 HP
• Panjang Keseluruhan (LOA): 29.00m
• Panjang Garis Air: 26.50m
• Lebar: 9.00m
• Tinggi Sampai Geladak Utama: 4.50m
• Sarat Air Desain: 3.50m
• Tinggi Ruang Akomodasi: 2.50m

Daya Tarik
Daya tarik pada daya maximum motor pokok (100% MCR) adalah 30TON pada kondisi sarat desain.

Kecepatan
Kecepatan normal operasi (free running) 100% MCR pada sarat kondisi muatan 50% adalah 12 knot, pada perairan dalam dan tenang serta kondisi cuaca tidak melebihi skala Beaufort 2.
Kecepatan menunda ≥ 5 knot.
• Jumlah ABK: 10 orang
• Klass : Biro Klasifikasi Indonesia (BKI)

Sumber: ANTARA News Jatim
Continue Reading | comments

Koarmatim Persiapkan Latihan Penembakan Torpedo

Kamis, 20 September 2012

(Foto: Dispenarmatim)

20 September 2012, Surabaya: Menjelang mendekati pelaksanaan latihan parsial penembakan Torpedo (TPO) Sut kepala latihan, Komandan Satuan Tugas (Satgas) Latihan Parsial Penembakan TPO Sut Kepala Latihan Kolonel Laut (P) Syufenri, S.Sos yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmatim dengan didampingi Wakil Komandan Satgas Letkol Laut (P) Iwa Kartiwa, SH mengecek kesiapan unsur yang terlibat dalam kegiatan latihan tersebut, Kamis (20/9).

Unsur yang terlibat dalam latihan parsial penembakan torpedo sut kepala latihan tersebut, yaitu KRI Nanggala-402 dan KRI Ajak-653. Adapun sebagai unsur pendukung dalam kegiatan latihan itu ada tiga kapal perang (KRI) yang turut terlibat, yaitu masing-masing KRI Hiu-804, KRI Sura-802, dan KRI Soputan-923.

Dalam pengecekan ke unsur-unsur tersebut, Komandan Satgas Kolonel Laut (P) Syufenri juga melihat langsung aktivitas dan sekaligus mengarahkan kepada para prajurit yang sedang melaksanakan kesiapan latihan. Dengan antusias, nampak para prajurit dari jajaran Satuan Kapal Selam dan Satuan Kapal Cepat Koarmatim beserta pendukung lainnya, senantiasa mencermati dan melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Dilaksanakannya latihan parsial penembakan torpedo sut kepala latihan ini, yaitu dalam rangka untuk persiapan latihan Armada Jaya XXXI TA. 2012. Karena dalam latihan tersebut, akan dilaksanakan penembakan torpedo sut dengan sasaran permukaan oleh KRI Nanggala dan KRI Ajak,”kata Komandan Satgas Kolonel Laut (P) Syufenri.

Ditegaskan pula oleh Komandan Satgas, bahwa urgensi latihan parsial penembakan torpedo sut kepala latihan oleh KRI Nanggala dan KRI Ajak ini, yaitu untuk menguji kemampuan kesenjataan dan profesionalisme pengawak alutsista. “Untuk itu, saat ini kita cek kesiapan unsur-unsur yang terlibat dalam latihan tersebut,”tegas Kolonel Laut (P) Syufenri.

Ditambahkan oleh Komandan Satgas, bahwa sasaran yang ingin dicapai dalam latihan ini, yaitu terwujudnya kesiapan sistem kendali senjata torpedo sut di KRI Nanggala dan KRI Ajak. Disamping itu juga akan terpeliharanya kemampuan profesionalisme prajurit di ke dua kapal perang tersebut dalam melaksanakan prosedur penembakan torpedo sut.

Sumber: Dispenarmatim
Continue Reading | comments

Daftar Blog Saya

Popular Posts Today

Recent Post

Recent Posts
 
Copyright © 2011. Info HanKam - All Rights Reserved
Ping your blog, website, or RSS feed for Free Proudly powered by Blogger