Tampilkan postingan dengan label Rusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rusia. Tampilkan semua postingan

Rusia Jual 100 Tank T-72 ke Venezuela

Rabu, 27 Juni 2012


28 Juli 2012, Moskow: Moskow menyetujui tambahan pembelian 100 unit MBT T-72 yang diajukan Caracas. Pembelian ini bagian dari pinjaman senilai 4 milyar dolar untuk pembelian alutsista buatan Rusia.

Perjanjian pinjaman 4 milyar dolar ditandatangani pada Oktober 2011, saat Wakil Perdana Menteri Rusia Igor Sechin berkunjung ke Caracas. “Dua milyar dolar disiapkan tahun depan dan sisanya pada 2013,” ungkap Chavez.

Rusia telah mengirimkan 92 unit MBT T-72B1V, peluncur roket Smerch serta perangkat militer lainnya ke Venezuela berdasarkan perjajian pinjaman pembelian alutsista senilai 2,2 milyar dolar yang ditandatangani pemerintah Hugo Chavez pada 2010.

Caracas telah membelanjakan 4 milyar dolar untuk pembelian jet tempur Sukhoi, helikopter militer, senapan serbu antara 2005 dan 2007.

Rusia dan China menjadi pemasok alutsista utama Venezuela, setelah Amerika Serikat melarang penjualan alutsista yang mengandung komponen buatan pabrikan asal Amerika Serikat.

@Berita HanKam
Sumber: RIA Novosti
Continue Reading | comments

AU Rusia Operasikan Su-35 pada Akhir 2012

Senin, 12 Maret 2012

Su-35S saat melakukan uji terbang. (Foto: Sukhoi)

13 Maret 2012, Moskow: Angkatan Udara Rusia akan menerima lima jet tempur pertama Sukhoi Su-35 Flanker-E diumumkan juru bicara AU Rusia Vladimir Drik, Senin (12/3).

“Su-35 telah menyelesaikan tahap akhir uji terbang di Pusat Pelatihan Pilot dan Pengujian di Akhtubinsk (wilayah Volga),” ungkap Drik. “Produksi enam seri pertama Su-35 akan dikirimkan ke AU pada akhir tahun 2012.”

Kementrian Pertahanan Rusia meneken kontrak pembelian 48 Su-25 dengan Sukhoi pada 2009.


Sukhoi Su-35 pengembangan dari Su-27 oleh Biro Sukhoi, melakukan terbang perdana pada 1988. Pesawat diproduksi dalam jumlah kecil pada 1995 dan dihentikan produksinya pada akhir era-1990an. Su-35 dimodernisasi dengan teknologi generasi 4++ menjadi Su-35S pada 2006 dan melakukan terbang perdana 2008.

Pesawat ditenagai dua mesin 117S dengan thrust vectoring, dapat terbang sejauh 3600 km dengan jumlah awak satu orang. Su-35S dapat membawa berbagai macam persenjataan seberat 8 ton dicantelkan pada 12 hardpoint.

Sukhoi menjajaki penjualan Su-35S pada sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, Timur-Tengah dan Amerika Latin.

@Berita HanKam
Sumber : RIA Novosti
Continue Reading | comments

Rusia: Tak Ada Calo dalam Pembelian Sukhoi


12 Maret 2012, Jakarta: Pemerintah Rusia, melalui Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, membantah adanya peran calo dalam pembelian enam unit jet tempur sukhoi SU-3-MK2 dari Rusia oleh pemerintah Indonesia.

Sejumlah pihak di Indonesia menduga, harga enam pesawat itu telah digelembungkan (mark up) sehingga menimbulkan kerugian bagi negara. Ada dugaan, Indonesia telah berhubungan dengan pihak ketiga, yang berperan sebagai calo, sehingga harga jet-jet tempur serta berbagai perangkat lain terkait dengan jet-jet itu menjadi sangat mahal atau jauh di atas harga normal.

Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (12/3/2012), Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia menjelaskan, kontrak pembelian enam jet tempur jenis SU-3-MK2 oleh Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) itu ditandatangani Kementerian Pertahanan dan JSC Rosoboroneksport pada akhir Desember 2011. JSC Rosoboroneksport, menurut keterangan itu, dibentuk sesuai dengan Ketetapan Presiden Federasi Rusia dan merupakan perantara negara Rusia untuk mengekspor dan mengimpor produksi, teknologi serta jasa militer dan dwiguna.

"Hanya JSC Rosoboroneksport yang memiliki hak untuk memasok seluruh spektrum persenjataan dan teknik militer yang diproduksi oleh perusahaan pertahanan Rusia yang diizinkan diekspor ke pasar dunia," demikian kata pernyataan tersebut.

Keterangan itu juga menjelaskan, proses persiapan dan penandatanganan kontrak pembelian enam jet tempur itu dilakukan secara langsung oleh wakil-wakil berwenang dari Kementerian Pertahanan Indonesia dan JSC Rosoboroneksport dan diadakan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dalam hukum kedua negara.
"Informasi tentang keterlibatan pihak ketiga dan penggelembungan harga terkait dengan itu, tidak benar," kata siaran pers itu.

Selain enam pesawat SU-30MK2, kontrak antara Rusia dan Indonesia itu juga mencakup pasal-pasal tentang pemasokan mesin pesawat terbang, set suku cadang dan pelatihan spesialis Indonesia sesuai dengan program yang disepakati oleh kedua pihak. Pengiriman partai pertama pesawat SU-30MK2 it direncanakan akan dilakuan pada akhir 2012.

Sumber: KOMPAS
Continue Reading | comments

Rusia Modernisasi Pembom Tu-160 "Blackjack"

Selasa, 07 Februari 2012


8 Februari 2012, Moskow: Angkatan Udara Rusia akan menerima lebih dari 10 pembom strategis Tu-160 Blackjack yang telah dimodernisasi hingga 2020, diumumkan Kementrian Pertahanan Rusia, Selasa (7/2).

Angkatan Udara Rusia mengoperasikan sedikitnya 16 Tu-16 dan direncanakan mencapai 30 unit.

Modernisasi Tu-16 meliputi persenjataan baru, peningkatan sistem elektronik dan avionik, menjadikan keefektifan pertempuran berlipat dua kali.

Pembom supersonik Tu-160 dirancang menyerang sasaran strategis daerah musuh terdalam dengan senjata nuklir atau konvensional pada suatu operasi militer.

Tu-16 akan dioperasikan AU Rusia hingga pembom strategis generasi kelima yang sedang dikembangkan siap dioperasikan.

Rusia memodernisasi juga 30 pembom strategis Tu-22M3 Backfire-C menjadi Tu-22M3M.

@Berita HanKam
Sumber: RIA Novosti
Continue Reading | comments

Rusia Bangun Frigate Project 11356 Kedua

Rabu, 10 Agustus 2011

Frigate Admiral Grigorovich sedang dibangun di galangan kapal Yantar. (Foto: RIA Novosti/Igor Zarembo)



11 Agustus 2011, Kaliningrad (Berita HanKam): Rusia mulai membangun frigate kedua Project 11356 yang diberi nama Admiral Essen di galangan kapal Yantar di Kaliningrad.

Frigate dijadwalkan dioperasikan Armada Laut Hitam Angkatan Laut Rusia pada 2014.



Admiral Essen akan bergabung dengan Admiral Grigorovich frigate pertama yang sedang dibangun di galangan kapal Yantar.



Yantar sedang mempersiapkan pembangunan frigate ketiga Admiral Makarov, direncanakan dibangun pada musim gugur tahun ini. Kapal akan diserahkan ke AL Rusia pada 2014 kemudian mempersiapkan pembangunan tiga frigate lainnya.



Frigate berbobot 4000 ton, dipersenjatai sepucuk meriam 100 mm, satu unit sistem rudal permukaan-udara Shtil, dua unit sistem rudal/meriam pertahanan udara Kashtan, dua unit tabung torpedo kembar 533 mm serta satu unit helikopter anti kapal selam.



Yantar saat ini sedang membangun tiga frigate Project 11356 AL India dengan nilai kontrak 1,6 milyar dolar pada 2007. Frigate pertama telah diserahkan pertengahan 2011. Dua frigate lainnya diserahkan akhir 2012.



Sumber: ITAR TASS

Continue Reading | comments

Armada Laut Hitam Rusia Akan Diperkuat 6 Kapal Selam Kelas Kilo

Jumat, 29 Juli 2011


29 Juli 2011, Moskow (Berita HanKam): Armada Laut Hitam Rusia akan diperkuat enam kapal selam diesel-elektrik kelas Kilo dalam beberapa tahun kedepan, ungkap KASAL Rusia Admiral Vladimir Vysotsky, Jumat (28/7).

“Enam kapal selam diesel-elektrik Project 636 (Kelas Kilo) akan dibangun untuk Armada Laut Hitam dalam beberapa tahun kedepan,” ucap Vysotsky saat wawancara eksklusif dengan RIA Novosti.

Armada Laut Hitam hanya memiliki satu kapal selam Project 887 Alrosa, saat ini dalam proses perbaikan di Kaliningrad.

Armada Laut Hitam berpangkalan di Sevastopol, akan diperkuat 15 frigate dan kapal selam diesel-elektrik baru pada 2020, ucap Vysotsky pada Juli 2010.

Wilayah operasional Armada Laut Hitam meliputi Mediterania, dan kapal perang harus memiliki kemampuan misi anti perompak di teluk Aden, tambah Vysotsky.

Sumber: RIA Novosti

Continue Reading | comments

Jet Tempur Siluman Rusia Peserta Tender Program FX-III AU Korsel

Senin, 25 Juli 2011


25 Juli 2011, Moskow (Berita HanKam): Jet tempur generasi kelima Rusia T-50 PAK-FA tercatat menjadi salah satu peserta tender jet tempur untuk Angkatan Udara Korea Selatan.

Korsel akan membeli 60 jet tempur berkemampuan siluman dari pabrik pesawat luar negeri. Pembelian ini diperkirakan menelan anggaran 7,86 milyar dolar dibawah program FX-III.

Sukhoi T-50 PAK-FA akan bersaing dengan Boeing F-15SE Silent Eagle, Lockheed Martin F-35 Lightning II dan European Aeronautic Defense and Space Company (EADS) Eurofighter Typhoon.

Pemenang tender diharapkan diumumkan pada 2012, tetapi penyerahan pesawat diharapkan dimulai empat tahun kemudian.

Para ahli pertahanan memperkirakan peluang Sukhoi dan EADS menjadi pemenang tender sangat kecil karena kedekatan Korsel dengan Amerika Serikat menjadi faktor penting dalam kontes ini.

Jet tempur siluman T-50 dikembangkan oleh biro disain Sukhoi dan dibuat di Komsomolsk-on-Amur, Timur Jauh Rusia. Sukhoi dan India's Hindustan Aeronautics Ltd. (HAL) telah meneken kerja sama pengembangan T-50 senilai 6 milyar dolar.

Sumber: RIA Novosti
Continue Reading | comments

MiG Serahkan MiG-29K ke AL India

Senin, 30 Mei 2011

Su-29KUB. (Foto: Migavia)

31 Mei 2011, Moskow (Berita HanKam): Russian Aircraft Corporation MiG menyerahkan lima jet tempur MiG-29K/KUB pada Angkatan Laut India pada bulan ini, diumumkan MiG.

“Satu unit simulator pelatihan dan perangkat teknis lainnya juga diserahkan,” dalam pernyataan MiG, Senin (30/5).

Moskow dan New Delhi meneken kontrak pembelian 12 jet tempur MiG-29K kursi tunggal dan empat MiG-29KUB kursi tandem pada Januari 2004. Kontrak ini bagian dari kesepakatan pembelian kapal induk Admiral Gorshkov, saat ini sedang direkondisi di Rusia.

Empat MiG-29K dan MiG-29KUB telah dioperasikan AL India pada Februari 2010.

Kedua negara kembali meneken kontrak senilai 1,5 milyar dolar pembelian 29 MiG-29K Fulcrum-D yang akan ditempatkan di kapal induk. Penyerahan dijadwalkan mulai 2012.

AL India menempatkan MiG-29K di Skuadron Black Panther, berpangkalan di negara bagian Goa hingga INS Vikramaditya (eks Admiral Gorshkov) dioperasikan pada awal 2013.

INS Vikramaditya direncanakan akan membawa 24 MiG-29K/KUB. INS Vikrant kapal induk buatan India akan juga membawa jet tempur MiG-29.

Sumber: RIA Novosti
Berita HanKam
Continue Reading | comments

Su-35S Mulai Diuji Coba

Selasa, 03 Mei 2011

Su-35. (Foto: RIA Novosti/Anton Denisov)

4 Mei 2011, Moskow (Berita HanKam): Sukhoi mulai melakukan uji terbang produksi pertama jet tempur generasi 4++ Su-35S Flanker-E diumumkan Sukhoi, Selasa (3/5). Pesawat lepas landas dari landasan terbang Komsomolsk-on-Amur di Timur Jauh Rusia dan terbang selama 1,5 jam.

Su-35 ditenagai dua mesin 117S dengan thrust vectoring. Pesawat mampu melayani beberapa sasaran secara simultan dengan rudal berpandu atau tidak serta sistem senjata lainnya.

Setelah pengujian rampung, Su-35 akan diserahkan ke Kementerian Pertahanan Rusia.

Sumber: RIA Novosti
Berita HanKam
Continue Reading | comments

Sukhoi Sukses Uji Terbang Prototipe Kedua PAK FA

Jumat, 04 Maret 2011


5 Maret 2011, Moskow -- (Berita HanKam): Sukhoi sukses melakukan uji terbang prototipe kedua jet tempur siluman generasi kelima PAK FA di Komsomolsk - on - Amur, Kamis (3/3). Pesawat dipiloti Sergey Bogdan seorang pilot penguji Federasi Rusia. Pesawat terbang selama 44 menit dan mendarat dilandasan pacu milik Sukhoi. Stabilitas pesawat diuji selama terbang serta evaluasi kinerja sistem pembangkit tenaga.



Pengujian pertama PAK FA dilakukan di Komsomolsk-on-Amur pada 29 Januari 2010. Prototipe pertama menyelesaikan ”acceptance test” akhir Maret 2010. Prototipe pertama dikirimkan ke pusat pengujian terbang Biro Disain Sukhoi di Zhukovsky dekat Moskow, untuk dilakukan serangkaian pengujian. Prototipe pertama telah membukukan 36 sorti uji terbang sejak 29 April 2010.

Rusia telah mengembangkan jet tempur siluman generasi kelima sejak tahun 1990-an. Amerika Serikat mengembangkan F-22 Raptor dan F-35 Lightning II sedangkan Cina berhasil menguji coba J-20.

AU Rusia berencana membeli lebih dari 60 PAK FA setelah 2015.

Sumber: Sukhoi
© info-hankam.blogspot
Continue Reading | comments

Embargo Senjata Pada Libya Buat Rugi Rusia 4 Milyar Dolar

Senin, 28 Februari 2011

Yakolev Yak-130, Libya telah teken kontrak pembelian Yak-130. (Foto: RIA Novosti)

28 Februari 2011, Moskow -- (Berita HanKam): Embargo senjata serta material terkait yang dijatuhkan PBB pada Libya, dapat merugikan ekspor senjata Rusia hampir senilai 4 milyar dolar.

Kantor berita Interfax mengutip sumber militer, Rusia telah mendapatkan kontrak pembelian senjata senilai 2 milyar dolar dan dalam proses negosiasi dengan pemerintahan Muammar Al-Qadhafi senilai 1,8 milyar dolar.

Sumber Interfax mengatakan Menteri Pertahanan Libya Younis Jaber meneken kontrak pembelian senjata 1,8 milyar dolar termasuk pembelian 6 jet tempur latih Yakolev Yak-130 dan helikopter saat berkunjung ke Moskow 26-27 Januari 2010.

Libya diharapkan juga menjadi pembeli pertama negara asing jet tempur Sukhoi Su-35 Flanker-E dan kontrak senilai 800 juta dolar untuk pembelian 12-15 pesawat siap diteken. Draft kontrak telah disetujui oleh Libya, ucap Alexander Mikheyev wakil pimpinan Rosoboronexport, Rabu (21/07/2010).

Kontrak pembelian helikopter dan sistem rudal tengah didiskusikan.

Libya tertarik mengakuisisi sistem pertahanan rudal S-400, MBT T-90S, kapal selam, serta peluncur roket, menurut sumber tersebut.

Uni Sovyet menjadi pemasok senjata utama Libya sebelum runtuh, 350 jet tempur dikirimkan antara 1981 dan 1985, 2000 tank dan 2000 kendaraan tempur jenis IFV dan APC, sekitar 450 artileri serta dalam jumlah besar senapan.

Rusia berpotensi juga mengalami kerugian hingga 10 milyar dolar dalam penjualan senjata karena krisis politik di wilayah Afrika Utara dan Timur-Tengah. Rusia bersiap merugi dan dituntut oleh Iran, jika penjualan sistem pertahanan rudal S-200 dibatalkan.

Sumber: AFP
© info-hankam.blogspot
Continue Reading | comments

Rusia Bantah Batalkan Penjualan Rudal Yakhont ke Syria

Sabtu, 26 Februari 2011

Rudal Yakhont. (Foto: RIA Novosti/Vladimir Fedorenko)

26 Februari 2011, Vladivostok -- (Berita HanKam): Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Serdyukov membantah Rusia membatalkan rencana pengiriman rudal Yakhont ke Syria, diucapkan pada para wartawan di Vladivostok, Timur Jauh Rusia, Sabtu (26/2).

Sebelumnya Rusia mengumumkan menghormati kontrak pembelian sistem rudal anti kapal Bastion berikut rudal jelajah supersonik SS-N-26 Yakhont ke Syria, meskipun ditentang Israel dan Amerika Serikat. Kontrak ditandatangani oleh Moskow dan Damaskus pada 2007.

Pemerintah Israel khawatir rudal Yakhont akan meningkatkan kemampuan pertahanan Syria, seperti halnya transfer senjata ke Lebanon dan Palestina garis keras. Washington mengatakan kesepakatan ini akan menciptakan ketidakstabilan di kawasan.

Rudal Yakhont berjarak jelajah 300 km dengan membawa hulu ledak seberat 200 kg dan dapat terbang beberapa meter di atas permukaan air, hingga sulit dideteksi dan disergap.

Sejumlah fregat milik TNI AL telah dipasang rudal Yakhont, menyingkirkan rudal BrahMos yang ditawarkan India pada TNI AL.

Sumber: RIA Novosti
© info-hankam.blogspot
Continue Reading | comments

Kemhan Rusia Anggarkan Pembelian Alutsista 651 milyar dolar untuk 2011-2020

Jumat, 25 Februari 2011


25 Februari 2011 -- (Berita HanKam): Kementrian Pertahanan Rusia mengumumkan berencana membeli 100 kapal perang, lebih dari 600 pesawat tempur dan 1000 helikopter berdasarkan program pembelian senjata 2011-2020, Kamis (24/2).

Rusia akan membeli 10 unit sistem pertahanan udara baru S-500 yang akan gantikan S-400 saat ini digunakan AB Rusia, ucap Wakil Menhan Pertama Vladimir Popovkin, ditunjuk sebagai penanggungjawab pembelian senjata.

Rusia berencana membeli 100 helikopter tahun ini, termasuk helikopter angkut berat Mi-26 Halo, helikopter serbu Mi-28 Night Hunter dan Ka-52 Alligator.

Rusia merencanakan membangun 8 kapal selam nuklir strategis hingga 2020 dan dilengkapi rudal Bulava, diharapkan dapat dioperasikan tahun ini.

Rusia berencana juga mengembangkan rudal balistik berat baru untuk gantikan SS-18 Satan SS-20 Saber buatan era- Sovyet.

Kemhan Rusia mengajukan anggaran alutsista 19 triliun rubel (651 milyar dolar) untuk 2011-2020 pada pemerintah Desember lalu. Hampir 80% anggaran digunakan pembelian alutsista dan 10% untuk riset ilmiah.

Sumber: RIA Novosti
Continue Reading | comments

Rosoboronexport Tampilkan Lebih 80 Senjata pada Aero India 2011

Senin, 07 Februari 2011

MiG-29K AL India. (Foto: RIA Novosti/Evgeni Pakhomov)

8 Februari 2011 -- (Berita HanKam): Rusia memamerkan lebih dari 80 jenis senjata di pameran dirgantara Aero India 2011 diumumkan Rosoboronexport, perusahaan negara pengekspor senjata buatan Rusia.

Aero India 2011 diadakan di pangkalan udara Yelahanka, Bengalaru pada 9-13 Februari, diikuti lebih dari 600 perusahaan pertahanan dari 63 negara.

35 perusahaan Rusia turut serta, termasuk MiG, Sukhoi, Almaz-Antei danEngineering Design Bureau.

Pesawat

Pesawat amphibi Be-200. (Foto: RIA Novosti/Valery Yarmolenko)

Rusia masih akan mempromosikan dua jet tempur MiG-35 dan Su-35, jet latih Yak-130, dua versi pesawat angkut Il-76MD (dengan mesin berbeda), pesawat tanker Il-78MK serta jet tempur maritim MiG-29K dan MiG-29KUB yang telah dibeli AL India, disiapkan menghuni kapal induk AL India.

Pesawat amphibi Be-200 dapat digunakan berbagai misi, dari misi intai maritim dan SAR hingga pemadam kebakaran, turut ditampilkan.

Helikopter

Mi-28N Night Hunter. (Foto: RIA Novosti)

Rusia menampilkan helikopter serang Mi-28NE, helikopter ringan serbaguna Ka-226T dan helikopter berat Mi-26. Ketiga helikopter peserta tender pembelian helikopter oleh Angkatan Bersenjata India.

Seluruh pengunjung dapat menerima informasi helikopter angkut tempur Mi-35M, helikopter radar pengawas Kamov Ka-31 dan Ansat serta Kamov Ka-32A11BS.

Pertahanan Udara


Rusia menampilkan sistem pertahanan udara Tor-M2E, S-300VM, Buk-M2E dan Tunguska-M1.
Engineering Design Bureau menampilkan pertama kalinya sistem pertahanan udara jarak pendek berbasis peluncur Strelets untuk rudal portabel Igla.

Rusia tercatat penjual senjata kedua terbesar di dunia setelah AS. Pada 2010, perusahaan industri pertahanan Rusia membukukan penjualan sekitar 10 milyar dolar ke sejumlah negara ketiga.

Sumber: RIA Novosti
Continue Reading | comments

Kemhan Rusia Pesan Kamov Ka-52 Alligator untuk AU

Minggu, 02 Januari 2011

Kamov Ka-52 Alligator. (Foto: RIA Novosti/Anton Denisov)

3 Januari 2010 -- (Berita HanKam): Kementrian Pertahanan Rusia berencana mulai memesan helicopter tempur Ka-52 Alligator untuk Angkatan Udara tahun ini, ucap juru bicara Kemhan Rusia Kolonel Vladimir Drik, Minggu (2/1) dikutip kantor berita RIA Novosti.

Helikopter Kamov Ka-52 modifikasi model dasar Ka-50 Hokum, dipersenjatai meriam 30 mm, rudal berpandu laser Vikr, roket, serta bom S-24. Ka-52 dilengkapi juga dua radar, satu radar sasaran darat dan satu sasaran udara serta sistem penglihatan siang-malam.

Ka-52 dimulai dikembangkan Rusia pada 1994, tetapi mulai diproduksi pada 2008.

Wakil KASAU Rusia Letnan Jenderal Igor Sadofyev berjanji akhir tahun 2010, AU Rusia akan membeli 1500 pesawat baru dan kenaikan signifikan jumlah senjata presisi tinggi di arsenal AU Rusia hingga 2020.

Sebelumnya Kolonel Drik mengumumkan AU Rusia akan menerima 100 jet tempur Sukhoi hingga 2015, termasuk 25 jet tempur/pembom Sukhoi Su-34 Fullback.

Sumber: RIA Novosti
Continue Reading | comments

AU Rusia Akan Terima 100 Jet Tempur

Su-34 Fullback.

2 Januari 2011 -- (Berita HanKam): Angkatan Udara Rusia akan menerima hingga 100 jet tempur Sukhoi hingga 2015, menurut juru bicara Kementrian Pertahanan Rusia Vladimir Drik, Minggu (2/1) dikutip kantor berita RIA Novosti.

Pemerintah telah meneken tiga kontrak dengan biro disain Sukhoi guna mengirimkan jet, ucap Drik.

50 unit jet tempur generasi 4++ Sukhoi Su-35 Flanker-E, lebih dari 10 Su-27SM Flanker dan 5 Su-30M2 Flanker-C akan diterima AU Rusia.

AU Rusia akan menerima juga 20 Sukhoi Su-34 Fullback dalam beberapa tahun kedepan, ungkap Drik.
Continue Reading | comments

AU Rusia Terima 4 Su-34 Fullback

Selasa, 28 Desember 2010

Sukhoi Su-34 Fullback. (Foto: RIA Novosti/Igor Rumyancev)

28 Desember 2010 -- Angkatan Udara Rusia menerima empat pesawat tempur/pembom baru Sukhoi Su-34 Fullback, Selasa (28/12) sebagai bagian dari program modernisasi, ucap juru bicara AU Rusia, dikutip kantor berita RIA Novosti.

Rusia mulai memproduksi skala penuh Su-34 pada 2008 di pabrik pesawat Novosibirsk, anak perusahaan Sukhoi Aircraft Holding.

AU Rusia akan menerima 70 pesawat hingga 2015, guna menggantikan pembom tua Su-24 Fencer yang saat ini dimodernisasi untuk memperpanjang masa pakai.

Su-34 Fullback dirancang Sukhoi, jet tempur/pembom berkursi tandem dilengkapi mesin kembar AL-31MF. Pesawat mampu menyerang sasaran berbagai keadaan cuaca, siang atau malam, dipersenjatai kanon 30 mm GSh-301, 12 rudal udara-udara Alamo atau Archer, rudal anti kapal dan bom.

RIA Novosti/Berita HanKam
Continue Reading | comments

Rusia Umumkan Mistral Pemenang Tender

Sabtu, 25 Desember 2010

Mistral di Rusia. (Foto: AP)

25 Desember 2010 -- Presiden Rusia Dmitry Medvedev menghubungi timbalannya Perdana Menteri Nicolas Sarkozy lewat telephone mengatakan Perancis memenangkan tender pembuatan kapal pengangkut helikopter untuk Angkatan Laut Rusia.

Pemenang tender terdiri dari konsorsium perusahaan Perancis DCNS dan perusahaan Rusia United Shipbuilding Corporation (USC), diumumkan biro press Kremlin.

Pada tahap pertama, dua kapal pengangkut helikopter kelas Mistral akan dibangun bersama Perancis dan Rusia di galangan kapal STX di Saint-Nazaire, Perancis dan dua kapal lainnya dibangun di galangan kapal Admiralty di St. Petersburg, Rusia.

Kapal pertama diharapkan dibangun dalam 36 bulan setelah Rusia menyerahkan pembayaran pertama yang dijadwalkan Januari 2011.

Kapal pengangkut helikopter kelas Mistral dapat membawa dan mengoperasikan 16 helikopter, empat kapal pendarat, 70 kendaraan tempur termasuk 13 main battle tank (MBT) dan 450 personil.

Militer Rusia mengumumkan berencana mengoperasikan kapal kelas Mistral di Armada Utara dan Pasifik.

RIA Novosti
/Berita HanKam
Continue Reading | comments

Rusia-India Teken Kerja Bareng Buat Jet Siluman

Selasa, 21 Desember 2010

Perdana Menteri India Manmohan Singh (kiri) dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev jumpa press bersama setelah meneken kesapahaman di New Delhi, Selasa (21/12). Presiden Rusia Medvedev bertemu PM India Manmohan guna memulai kesepakatan kerjasama militer dan nuklir antara kedua negara. (Foto: Getty Images)

22 Desember 2010 -- Rusia dan India meneken kontrak pengembangan bersama jet tempur generasi kelima, Selasa (21/12) di New Delhi, India.

Dokumen diteken oleh wakil BUMN eksportir senjata Rusia Rosoboronexport dan perusahaan dirgantara India Hindustan Aeronautics Limited (HAL) saat kunjungan kerja Presiden Rusia Dmitry Medvedev ke India.

Sukhoi dan HAL sepakat mengembangkan bersama jet tempur generasi kelima berdasarkan rancangan T-50 awal tahun 2010.

Proyek bersama diperkirakan menelan anggaran 250 juta dolar, dibagi sama besar antara Rusia dan India. Kedua pihak setuju mengembangkan jet tempur kursi tunggal dan dan tandem, kursi tunggal fokus pertama.

Rusia telah mengembangkan jet tempur generasi kelima sejak era-1990an. Prototipe T-50 dirancang oleh biro disain Sukhoi dan dibangun di pabrik Komsomolsk-on-Amur, Timur Jauh Rusia.

Rusia berencana menggunakan jet tempur generasi kelima pengembangan bersama sebagai versi ekspor T50. India berharap jet tempur ini dioperasikan AU India pada 2020.

RIA Novosti
/Berita HanKam
Continue Reading | comments

Rusia Bangun Tiga Frigate untuk Armada Laut Hitam

Sabtu, 18 Desember 2010

(Foto: RIA Novosti/Igor Zarembo)

19 Desember 2010 -- Pembangunan frigate pertama project 11356 untuk Armada Laut Hitam Rusia dimulai galangan Yantar, Sabtu (18/12) diumumkan juru bicara AL Rusia.

Yantar memenangkan tender pembangunan tiga frigate Project 11356 Oktober lalu. Frigate pertama diberi nama Admiral Grigorovich seorang mantan Menteri Angkatan Laut Rusia pada 1911-1917.

KASAL Rusia Laksamana Vladimir Vysotsky mengatakan satu atau dua frigate Project 11356 akan bergabung dengan Armada Laut Hitam setiap tahunnya mulai 2013.

Frigate berbobot 4000 ton, dilengkapi sepucuk kanon 100 mm, sistem rudal permukaan-udara Shtil, dua CIWS Kashtan, dua tabung torpedo kembar 533 mm dan satu helikopter anti kapal selam.

Yantar sedang membangun tiga frigate Project 11356 milik AL India dibawah kontrak senilai 1,6 milyar dolar diteken 2007. Frigate pertama diapungkan November, diserahterimakan ke AL India pertengahan 2011, dua frigate dikirimkan akhir 2012.

Rusia telah menyerahkan tiga frigate kelas Talwar ke AL India, INS Talwar, INS Trishul dan INS Tabar.

RIA Novosti/Berita Hankam
Continue Reading | comments

Daftar Blog Saya

Popular Posts Today

Recent Post

Recent Posts
 
Copyright © 2011. Info HanKam - All Rights Reserved
Ping your blog, website, or RSS feed for Free Proudly powered by Blogger