Tampilkan postingan dengan label Perancis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perancis. Tampilkan semua postingan

Kapal Perang AL Prancis Mampir di Makassar

Kamis, 26 April 2012

Sejumlah awak Kapal perang Perancis jenis Fregat, FNS Vendemiaire F743 di sambut tarian tradisional saat bersandar di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Kamis (26/4). (Foto: TEMPO/iqbal Lubis)

26 April 2012, Makassar: Kapal Perang Angkatan Laut Prancis Frigate Vandemiare F-734 merapat di Pelabuhan Hatta, Makassar, Kamis (26/4). Kapal yang dikomandani Commander Stanislasdes Chargeres ini merupakan kapal perang kelas frigate buatan Chantiers de I'Atlantique 1992 dengan panjang 93,5 meter bobot 2.600 ton dengan jumlah anak buah kapal 89 orang.

Kapal ini sebelumnya berangkat dari pelabuhan Malaysia. Frigate Vandemiare akan berada di Makassar empat hari dan menggelar sejumlah kegiatan dengan bertemu anggota Lantamal VI, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Provinsi Sulsel, dan Kodam VII/Wirabuana. Bahkan, mereka juga akan mengunjungi sejumlah tempat wisata. "Kami juga akan menggelar laga sepakbola persahabatan dengan Lantamal VII dan nantinya akan menggelar latihan perang bersama AL Indonesia di Jakarta.

Ini sesuai dengan kesepakatan kerja sama Indonesia dengan Prancis dalam bidang militer saat kunjungan Wakil Menteri Pertahanan Syafrie Syamsuddin di Prancis dua bulan lalu," terang Stanislasdes, Kamis. Selama berada di Makassar, AL Perancis juga memberi kesempatan bagi mahasiswa dan pelajar untuk melihat-lihat isi kapal perangnya tersebut pada Sabtu (28/4) dengan menggelar open ship.

Sumber: MICOM
Continue Reading | comments

Kapal Perang Perancis Frigate Vandemiare Singgah di Makassar

Rabu, 25 April 2012


24 April 2012, Makassar: Seorang pasukan marinir TNI AL, berjaga-jaga di dekat kapal perang Frigate Vandemiare F. 734 milik angkatan laut Perancis saat sandar di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Sulsel, Kamis (26/4). Kapal perang kapal Frigate Vandemiare F. 734 yang membawa 89 ABK tersebut akan melakukan kunjungan di Makassar selama 26-30 April 2012 dan selanjutnya akan melakukan kunjungan ke Timor Leste dan Australia. (Foto: ANTARA/Yusran Uccang/ed/nz/12)

Kapal perang Perancis jenis Fregat, FNS Vendemiaire F743 di sambut tarian tradisional saat bersandar di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Kamis (26/4). (Foto: TEMPO/iqbal Lubis)

Kapal perang Perancis jenis Fregat, FNS Vendemiaire F743 bersandar di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Kamis (26/4). Kedatangan kapal tersebut dalam rangka kunjungan persahabatan antara AL Perancis dengan TNI AL selama 4 hari.(Foto: TEMPO/iqbal Lubis)

Kapal perang Perancis jenis Fregat, FNS Vendemiaire F743 di sambut tarian tradisional saat bersandar di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Kamis (26/4). (Foto: TEMPO/iqbal Lubis)
Continue Reading | comments

Kapal Perang Prancis Frigate Vendemiaire (F734) Kunjungi Surabaya

Senin, 30 Mei 2011


30 Mei 2011, Surabaya (Lantamal V): Kapal Perang Angkatan Laut Prancis Frigate Vendemiaire F734 mengadakan kunjungan persahabatan ke Surabaya selama tiga hari. Kedatangan kapal jenis Frigate tersebut, diambut oleh Asops Danlantamal V Kolonel Laut (P) Maman Firmansyah di Dermaga Gapura Surya, Tanjung Perak, Surabaya, Senin (30/5). Pada kesempatan itu, hadir pula Kadisyhahal Letkol Laut (P) Didik Duwijantoko, Kadispotmar Letkol Laut (P) Bakat Gunawan, Dansatroltas Letkol Laut (P) Eko Vidiyanto, serta satu unit Satsik, Satu Peleton Pama dan satu Peleton gabungan Bintara dan Tamtama.

Sesuai dengan rencana, kapal perang tersebut merapat di Dermaga Gapura Surya pukul 09.00 WIB. Setibanya di dermaga, langsung disambut dengan Tarian Remo yang merupakan tarian khas Jawa Timur. Tarian yang dibawakan oleh sanggar tari Studio IVA pimpinan Sanggar Tari Tejo tersebut biasanya ditampilkan saat menyambut kedatangan tamu-tamu terhormat. Rangkaian acara penyambutan diakhiri dengan pengalungan rangkaian bunga oleh salah seorang penari kepada komandan Kapal Perang Frigate Vendemiaire (F734).

Kapal Perang Prancis yang dikomandani oleh Commander Stanislasde Chargeres tersebut adalah kapal buatan Chantiers de I’Atlantique tahun 1992 dan secara resmi masuk jajaran Angkatan Laut Prancis pada tanggal 21 Oktober 1993. Kapal F734 tersebut diawaki oleh 89 ABK, terdiri dari 11 Perwira, 36 Bintara dan 42 Tamtama serta 11 personel pengawak helikopter.

Frigate Vendemiaire F734 memiliki bobot mati 2600 ton (2950 ton muatan penuh), panjang 93,5 meter (307 feet), kedalaman garis air 4.4 meter (14 ft) dengan system pendorong mesin pokok 4 Diesel SEMT Pielstick 6PA6 L280, mesin bantu 1 Ulstein 200 Kw bam propulsor, 2 Propeler variable pace lips, daya dorong 8800 hp (6470 Kw), sumber tenaga listrik 3 baudouin 12P15, 2SR Diesel alternators dan 3 Alsthom AA 49L9 alternator, daya listrik 3 x 590 Kw, dengan kecepatan 20 knots (37 km/h, 23 mph), memiliki jarak jelajah 10.000 nautical miles(19.000 km; 12.000 mil) pada 15 knot.

Selama merapat di Kota Pahlawan, Frigate Vendemiaire F734 akan melakukan beberapa kegiatan di antaranya mengadakan kunjungan kehormatan ke Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksda TNI Bambang Suwarto, kunjungan Kehormatan ke Komandan Lantamal V Laksma TNI M. Atok Urrahman, Coctail Party di atas FGS Vendemiaire, kunjungan ke Kapal Perang TNI AL, olah raga bersama dan open ships pelajar dari Pusat Kebudayaan Prancis.

Pada saat mengadakan kunjungan ke Mako Lantamal V, kedatangan Komandan Vendemiaire disambut oleh Wadan Lantamal V Kolonel Marinir I Ketut Suardana dengan didampingi oleh Para Asisten Danlantamal V serta Danpomal Lantamal V. Dalam kunjungan itu, diadakan pemutaran Profile Lantamal V, tukar menukar cindera mata serta foto bersama.

Sumber: LANTAMAL V
Continue Reading | comments

Kunjungan Tiga Kapal Angkatan Laut Perancis ke Jakarta

Senin, 23 Mei 2011

Kapal perusak Georges-Leygues.

23 Mei 2011, Jakarta (Ambafrance): Tiga kapal perang milik Angkatan Laut Perancis akan singgah di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dari tanggal 24 s.d. 28 Mei 2011. Kunjungan tersebut akan semakin mempererat hubungan persahabatan dan kerjasama antara Angkatan Laut Perancis dan Indonesia.

Armada Angkatan Laut Perancis ini terdiri atas tiga kapal. Untuk pertama kalinya Angkatan Laut Perancis singgah di Indonesia dengan armada sebesar ini. Mistral juga merupakan kapal perang Perancis dengan bobot mati terbesar yang pernah berkunjung ke Indonesia. Bertolak dari Toulon (Bagian Tenggara Perancis), kapal tersebut mempunyai spesialisasi di bidang operasi amfibi. Kapal ini sangat cocok untuk misi bantuan kemanusian, seperti penanggulangan bencana alam. Mistral dikawal oleh kapal perusak Georges-Leygues, yang berpangkalan di Brest (bagian Barat Perancis), dan fregat Vendémiaire, yang berpangkalan di Noumea, Kaledonia Baru. Fregat Vendémiaire kerap mengadakan kunjungan ke seluruh wilayah Asia Tenggara, terutama di Indonesia. Kapal ini pernah singgah di Bali pada tahun 2010. Dari Jakarta, fregat ini akan berkunjung ke Surabaya, dari tanggal 30 Mei s.d. 2 Juni 2011.

Kapal Mistral dan Georges-Leygues mengemban tiga misi sekaligus. Keduanya melakukan sejumlah kunjungan bergengsi, ke berbagai tempat di Samudera Indonesia (misalnya, mengikuti pameran IMDEX di Singapura). Kapal-kapal tersebut juga mengangkut lebih dari seratus perwira siswa, delapan belas orang di antaranya berkebangsaan asing yang telah menyelesaikan pendidikan awal mereka. Dalam hal ini, Mistral menggantikan peran kapal Jeanne d’Arc yang termasyhur, yang kini telah dipensiunkan setelah aktif berkeliling dunia mengarungi samudera selama lima puluh tahun. Sebagai rangkaian dari misi tersebut, sejumlah kegiatan kerjasama dengan Angkatan Laut Indonesia diselenggarakan, selama kunjungan. Akhirnya, armada angkatan laut ini apabila diperlukan dapat bertolak kapan saja untuk mengemban tugas yang sifatnya lebih operasional. Sepanjang perjalanan dari Perancis, armada ini telah mengikuti berbagai operasi singkat, seperti evakuasi kemanusiaan di Tunisia dan penumpasan bajak laut di lepas pantai Somalia. Kegiatan tersebut tentunya merupakan ajang latihan bagi para perwira siswa. Dengan cara seperti ini mereka mempelajari pekerjaan yang akan menjadi santapan sehari-hari, dalam tugas mereka di kemudian hari.

Mistral, dengan bobot mati 20.000 ton dan panjang 200m yang mulai dioperasikan pada tahun 2006, merupakan salah satu produk paling mutakhir industri perkapalan Perancis. Kapal ini menjadi daya tarik yang kuat bagi ekspor dan sangat siap untuk mendukung serta mempromosikan industri pertahanan Perancis. Oleh karena itu lah pada tanggal 25 Mei siang akan diselenggarakan pameran kecil peralatan pertahanan Perancis di atas kapal Mistral bagi berbagai divisi Kementerian Pertahanan yang terkait, Angkatan Bersenjata Indonesia, maupun industri pertahanan Indonesia. Sekitar dua puluh perusahaan Perancis skala kecil, menengah maupun besar akan hadir dalam pameran ini. Beberapa di antaranya telah membuka perwakilannya di Indonesia dan menjalin kerja sama dengan industri Indonesia. Perusahaan lainnya sedang mengikuti tender, sementara yang lainnya menjajaki peluang kerjasama. Dengan demikian, pameran tersebut merupakan sarana bagi Perancis dan Indonesia untuk mengembangkan kerjasama industri strategis, yang sejalan dengan semangat deklarasi kemitraan bersama, yang pada bulan Desember 2009 telah disepakati oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Nicolas Sarkozy.

Sumber: Ambafrance
Continue Reading | comments

Rafale dan Mirage 2000 Gempur Libya

Senin, 21 Maret 2011


21 Maret 2011, Paris – (Berita HanKam): Pilot dan awak darat AU Perancis memeriksa jet tempur Rafale untuk misi terbang di Libya di pangkalan militer Saint-Dizier. Foto dirilis oleh ECPAD, Minggu (20/3). (Foto: Reuters)




Rafale bersiap di landasan pacu pangkalan militer Saint-Dizier. Foto dirilis oleh ECPAD, Minggu (20/3). (Foto: Reuters)



Pilot dan awak darat AU Perancis berada di dekat Mirage 2000 setelah menyelesaikan misi terbang di atas Libya di pangkalan militer Solenzara, Korsika. Foto dirilis oleh ECPAD, Minggu (20/3). (Foto: Reuters)

© Berita HanKam
Continue Reading | comments

Rafale Era Akhir Kejayaan Jet Tempur Perancis di Pasar Senjata Dunia

Jumat, 21 Januari 2011

Dua Rafale terbang di atas ibu kota Perancis Paris saat sesi latihan pada 6 Juli 2010, sebelum parade militer menyambut Bastille Day. (Foto: Getty Images)

22 Januari 2011 -- (Berita HanKam): Jet tempur Rafale buatan pabrik pesawat Perancis Dassault Aviation, disesaki avionik, radar dan sistem pembidik sasaran teknologi tinggi, kesemuannya membutuhkan pembeli. Perancis telah menjajakan Rafale sejak tahun 2000 dan hingga saat ini tidak ada satu negara di luar Perancis tertarik membeli. Pemerintah Brasil mengumumkan kembali membuka tender kontrak pembelian jet tempur senilai 7 milyar dolar. Kesepakatan penandatangan kontrak pembelian Rafale antara Perancis-Brasil hampir dekat tahun lalu, meskipun tidak ada konfirmasi dari pihak Dassault dan Kementrian Pertahanan Perancis mengenai keputusan Brasil.

Saat pemerintahan Presiden Luiz Inácio Lula da Silva, Brasil diharapkan memilih Rafale dibandingkan pesaingnya Lockheed Martin F-16 Fighting Falcon, Boeing F/A-18E/F Super Hornet, EADS Eurofighter Typhoon, Saab JAS-39 Gripen NG, dan Sukhoi Su-35 Flanker dalam program FX-2 Fighter. Pembelian Rafale akan mengembangkan hubungan kerjasama Perancis dan Brasil, meskipun pihak AU Brasil dilaporkan memilih Gripen NG. Presiden Dila Roussef, presiden perempuan Brasil pertama pemenang pemilu dan mantan gerilyawan marxis, memutuskan membuka kembali tender pembelian 36 jet tempur.

Rafale sedang berlatih pengisian bahan bakar di udara saat sesi latihan di atas Business Center Paris-La Defense pada 6 Juli 2010 sebelum parade militer memperingati Bastille. (Foto: Getty Images)

Perancis telah membenamkan 53 milyar dolar pada Rafale dan berharap menunai keberhasilan seperti program jet tempur Mirage, diminati dan dibeli oleh banyak negara di dunia. Rafale sepertinya lampu kuning berakhirnya kejayaan jet tempur buatan Perancis di pasar senjata dunia. Sejumlah negara potensial pembeli Rafale, seperti Korea Selatan, Singapura dan Maroko memilih Boeing F-15 dan Lockheed Martin F-16.

Perancis menghadapi tantangan berat juga dari F-35 JSF, dikembangkan oleh konsorsium 9 negara dipimpin oleh AS, direncanakan akan membeli lebih dari 2500 pesawat. Selain itu dari jet tempur Eurofighter Typhoon dikembangkan oleh Inggris, Jerman, Italia dan Spanyol.

Perancis sukses menjual keluarga Mirage sebagai pesawat tempur alternatif buatan AS dan USSR saat Perang Dingin. Sebagai contoh, Uni Emirat Arab membeli Mirage setelah AS menolak memberikan senjata teknologi tinggi. Saat ini, AS berhasrat meningkatkan penjualan senjata di kawasan Teluk. Menurut analis pertahanan Loïc Tribot La Spière dari Center for Studies and Prospective Strategy, Paris, pembelian senjata buatan AS oleh pemerintah suatu negara guna lebih mendekatkan hubungan dengan AS. Sentimennya,”Kami membeli buatan AS karena menjamin keamanan,” ujar La Spière.

Menurut prediksi konsultan dirgantara Virginia-based Teal Group, pasaran jet tempur dekade mendatang akan dikuasai AS 58 persen hingga 67 persen, sisanya oleh buatan Rusia dan Konsorsium Eropa.

Dassault telah menyerahkan 93 Rafale pada AB Perancis, guna melanjutkan produksi pemerintah Perancis menyetujui membelanjakan 1,1 milyar dolar pada Rafale dalam tiga tahun, meskipun Perancis berusaha mengurangi defisit anggaran.

Sumber: Bloomberg
Continue Reading | comments

Perancis Kirim 2 Rafale ke Aero India Airshow

Rafale beraksi pada hari pertama 15 November 2009 di Dubai Airshow 2009. (Foto: Getty Images)

22 Januari 2011 -- (Berita HanKam): Perancis mengirimkan dua jet tempur Rafale ke Aero India Airshow 2011 di Lanud Yolahanka, Bengaluru, berlangsung pada 9-13 Februari, diberitakan laman Defensenews.com. Pertama kalinya Dassault Rafale dipamerkan di India.

Jet tempur Rafale salah satu peserta tender Medium Multirole Combat Aircraft (MMRCA) pembelian 126 pesawat tempur untuk AU India. Rafale bersaing dengan Boeing F/A-18, Lockheed Martin F-16 Viper, Eurofighter Typhoon, MiG-35, dan Saab Gripen NG.

Eurofighter mengumumkan mengirimkan dua jet tempur Typhoon milik AU Italia pada pameran dirgantara ini.

Perancis Beli Ribuan Senapan Mesin

Direction Générale de l'Armement (DGA) memesan 10.881 pucuk senapan mesin 7.62 mm MAG dari perusahaan Belgia FN Herstal untuk AB Perancis diumumkan juru bicara DGA, Kamis (20/1).

Batch pertama 500 pucuk senapan akan dikirimkan ke AD Perancis tahun ini, berdasarkan kontrak yang diteken 15 Desember lalu.

MAG 58 akan dipasang di kendaraan tempur. MAG 58 menggantikan ANF1 yang telah digunakan sejak tahun 1960-an.

Sumber: Defense News
Continue Reading | comments

DCNS Mulai Bangun FREMM Keempat AL Perancis

Rabu, 05 Januari 2011

FS Aquitaine ditampilkan pada publik saat upacara peluncuran oleh Presiden Perancis Nicolas Sarkozy di galangan kapal Lorient pada 4 Mei 2010. Aquitane frigate pertama untuk AL Perancis dibawah program FREMM (European multi-missions frigates) yang dikembangkan bersama Italia. (Foto: Getty Images)

6 Januari 2010 -- (Berita HanKam): DCNS mulai mengerjakan pembuatan frigate kelas FREMM Provence milik Angkatan Laut Perancis.

Pemotongan baja pertama dilakukan di Lorient pada 15 Desember 2010, dihadiri KASAL Perancis Laksamana Pierre-Francois Forissier.

Perancis bekerjasama dengan Italia mengembangkan program FREMM, merupakan program pertahanan maritim terbesar di kawasan Eropa. Pemerintah Perancis telah meneken kontrak pembelian 11 FREMM sedangkan Italia berencana membeli 10 kapal. AL Perancis akan menerima 9 FREMM versi anti kapal selam serta dua kapal anti serangan udara.

DCNS saat ini sedang membangun tiga Frégate Européenne Multi-Missions (FREMM) AL Perancis FS Normandie, FS Aquitaine dan FS Provence serta satu FREMM AL Maroko, sebagai pembeli pertama di luar Perancis.



FS Aquitaine, FREEM pertama milik AL Perancis, diresmikan peluncurannya oleh Presiden Perancis Nicolas Sarkozy di galangan kapal Lorient, 4 Mei 2010. (Foto: Getty Images)

Sumber: Brahmand.com/Getty Images
Continue Reading | comments

Legiun Asing Perancis Berlatih di Suriname

Selasa, 14 Desember 2010

15 Desember 2010 -- Menteri Pertahanan Suriname Lamur Latour (kanan) menyimak penjelasan dari prajurit Legiun Asing Perancis cara mengoperasikan senapan serbu Famas di fasilitas latihan AD Suriname saat latihan infantri selama 6 hari di distrik Para, Senin (13/12). Sekitar 70 prajurit Legiun Asing Perancis dari sedikitnya 15 kewarganegaraan berbeda bermarkas di French Guiana, berlatih penembakan anti-tank, tembak runduk, dan senapan mortar di Suriname. (Foto: Reuters)


Prajurit Legiun Asing Perancis mempersiapkan rudal anti-tank Milan. (Foto: Reuters)

Seorang instruktur mengecek senjata prajurit Legiun Asing Perancis. (Foto: Reuters)


Seorang penembak runduk Legiun Asing Perancis mengenakan kamuflase. (Foto: Reuters)

Berita HanKam
Continue Reading | comments

Rafale Nyemplung Ke Laut Arab

Selasa, 30 November 2010

Presiden Perancis Nicolas Sarkozy menyaksikan jet tempur Rafale mendarat di dek kapal induk Charles-de-Gaulle di perairan Mediterania pada 10 Juni 2010. Perancis telah kehilangan beberapa Rafale dalam sejumlah insiden mematikan pada tahun ini. Rafale telah ditawarkan kesejumlah negara tetapi belum satupun tertarik mengakuisisi. Perancis mengharapkan Brasilia negara pertama membeli Rafale. (Foto: Getty Images)

30 November 2010 -- Jet tempur Rafale F3 jatuh ke laut saat melakukan misi di Afghanistan, diumumkan Kementrian Perancis, Senin (29/11).

Pesawat berpangkalan di atas kapal induk Charles de Gaulle jatuh sekitar 100 mil dari pantai Pakistan.

Pilot berhasil eject dari pesawat dan selamat tanpa cedera. Pihak berwenang Perancis sedang melakukan investigasi pada insiden ini.

Perancis menempatkan kapal induk Charles de Gaulle di Laut Arab untuk mendukung operasi militer NATO di Afghanistan. AB Perancis menempatkan sekitar 3850 prajurit dalam misi di dan sekitar Afghanistan.

AP/Berita HanKam
Continue Reading | comments

Perancis Kirim VBCI Gantikan AMX 10P ke Lebanon

Senin, 20 September 2010

(Foto: Reuters)

20 September 2010 -- Batalyon Perancis yang tergabung dalam UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) mengganti kendaraan tempur pengangkut pasukan dengan versi terbaru guna mengurangi kebisingan dan serta tidak merusak prasarana jalan di Lebanon Selatan.

Ranpur diangkut menggunakan kapal amphibi kelas Mistral Foudre, terdiri dari 14 ranpur beroda 8x8 VBCI serta 74 ranpur ringan serta 230 pasukan pengganti.

VBCI menggantikan 17 ranpur AMX 10 P, diangkut kembali ke Perancis dengan Foudre 25 September.

(Foto: Reuters)

(Foto: Reuters)

(Foto: Reuters)

(Foto: AP)

(Foto: AP)

(Foto: Reuters)

(Foto: Reuters)

The Daily Star/Berita HanKam
Continue Reading | comments

Daftar Blog Saya

Popular Posts Today

Recent Post

Recent Posts
 
Copyright © 2011. Info HanKam - All Rights Reserved
Ping your blog, website, or RSS feed for Free Proudly powered by Blogger